Kisah batang durian dan buah kelapa

Ini kelapa di halaman rumah kami di kampung. Sama hal dengan durian kelapapun bertabiat yang sama. Walaupun iklim terjadi pergantian yang diduga penyebab la langke (sudah langka) buah durian khas Kampar tersebut, namun kuat dugaan pula semakin kedekut dan komersial yang punya batang maka semakin sulit durian berbuah. Sedikit sedikit mereka akan bilang “durian kampar mah, makanya mahal kami jual”.


Saya narsis di dekat kelapa yang ditanam oleh Amak (6 Agustus 2017)

 

Pun demikian kelapa. Amak juga menjualnya ke orang orang kampung yang berhajatan besar semisal aqiqahan anak, berhelat nikah kawin dsb. Sebagian ia terima uangnya dan tak kurang dari 1/5 nya ia sedekahkan pula ke yang berhajat. Hasil penjualan kelapa dan buah buah lain yang tumbuh di halaman amak nan luas ini ia jadikan upah untuk orang yang menjual tenaga membersihkan lahan. Sebagian lagi ia jadikan uang daroma (dharma) pengisi bakul/kotak infaq di masjid dan surah di mana amak menjadi jamaah dan sekaligus penimba ilmu di rumah Allah swt. Tersebut.

Lebat jualah hendaknya tanam tanaman amak karena akan memberi manfaar ke khalayak.

Salam dari negeri tua melayu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s