Author Preview pada Scopus

Beberapa waktu yang lalu saya mencoba untuk memasukan proposal penelitian kompetitif nasional. Hibah yang saya targetkan adalah hibah fundamental yang didanai sebesar maksimum 100 juta pertahun dan bisa dilaksanakan selama maksimum 3 tahun.

Ini percobaan pertama saya untuk membuat proposal penelitian semenjak kepulangan 14 April 2016 lalu. Secara garis besar tidak banyak yang baru terkait pembuatan proposal tersebut kecuali sistemnya sekarang sudah online. Peneliti diharuskan untuk memasukan proposal secara online melaui http://simlitabmas.ristekdikti.go.id/ .

Selain itu data dosen sudah disinkronkan dengan data dari http://forlap.ristekdikti.go.id/ dimana sistem simlitabmas akan membaca data dosen/peneliti yang tertera di forlap tersebut. Cukup terkejut juga menemukan nama saya yang masih dianggap lulusan S1 padahal pendidikan S2 saya selesaikan pada Juni 2007 lampau. Akhirnya saya bisa mengupdate status pendidikan tersebut dari S1 menjadi S2 di situs forlap tersebut beberapa pekan yang lalu. Butuh kurang lebih 1 minggu untuk mengubahnya. Alurnya dimulai dari penunjukan ijazah asli ke bagian universitas lalu admin di universitas akan mengupdatenya melalui portal tersebut dan setelah di update akan diapprove oleh dikti untuk proses finalnya.

Selain itu di portal simlitabmas tersebut dibutuhkan juga profile scopus si peneliti. Beruntung ternyata saya sudah ada profile scopus dikarenan saya sudah mempublikasikan 5 karya ilmiah internasional. Sudah ada beberapa penulis lain yang mensitasi karya saya tersebut sebenarnya namun di scopus.com masih belum muncul. Mungkin diperlukan waktu beberapa bulan agar nantinya record di scopus menjadi terupdate. Indeks scopus saya tentunya masih nol dikarenakan belum adanya record berapa jumlah peneliti lain yang mensitasi karya saya tersebut. Saya mendapat kabar, jika dosen memiliki scopus indeks sebesar 2 maka ybs bisa memasukan 2 proposal sebagai peneliti utama dan 2 proposal sebagai peneliti anggota. Demikian juga untuk proposal pengabdian masyarakat. Artinya jika beruntung, dosen dengan indeks scopus 2 bisa meneliti di 4 penelitian dan mengabdi di 4 pengabdian yang berbeda dalam 1 tahun. Sebuah agenda yang padat tentunya.

Berikut tahapan tahapan jika ingin mengetahui indeks scopus seorang peneliti.

Pertama yang dilakukan adalah membuka laman scopus.com . Akan didapatkan screen shoot seperti ini.

 

Langkah selanjutnya adalah mengklik bagian Author Preview, sehingga didapatkan laman seperti di bawah ini.

 

Isikan data peneliti pada laman yang tertera di atas. Saya mengisikan nama saya di sana “Iswadi” lalu mengklik ikon search dan dihasilkan gambar seperti di bawah ini.

 

Ternyata yang bernama Iswadi cukup banyak di scopus. Nama saya berada pada baris 2 di screen shoot di atas. Jika anda klik nama peneliti maka akan ditampilkan laman yang lebih rinci lagi.

Selamat mencoba dan selamat meneliti dosen Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s