Berdoa yang Mustahil

Hilangkan harap kepada sesama namun berdoalah kepadaNya. Jangan ragu melafadzkan permohonan yang menurut akal jahilmu itu mustahil akan terkabul.

Amak tak pernah mengabariku bagaimana akhirnya ia dan ayah berhaji. Ia guru PNS yang bagian gajinya dibayarkan dengan beras berulat. Beras pembahagian/jatah kata orang orang kampung. “Tengoklah anak anak mak cik rosma, mungkin karena sering makan beras pembahagian yang bergizi itu maka anak2nya juara”. bergitulah kata mereka bergurau dan mungkin mengejek itu. Tak pernah iya keluhkan itu. Bahkan orang orang itu pulalah yang ia bantu.

Sepupuku berujar. Semasa jayanya amak menjadi penjahit baju kurung ulung. Dari upah menjahit baju kurung melayu itulah ia beroleh uang tambah yang ia simpankan dalam bentuk emas sedikit demi sedikit. Sedangkan tambang ke makkah, mereka bersuami, saling urun tangan. Amak jual emas dan ayahpun demikian, ia relakan tali kelikir kerbaunya dihirit tauke kerbau untuk dijadikan pembayar sebagaian tambang haji tak murah itu.

Itu yang kutahu dari orang lain. Yang ia ceritakan ke saya adalah, “kami berdua, aku dan ayahmu, selalu tak pernah berhenti berdoa jika punya hajat di hati”

Tentu bukan hal aneh bagi telingaku mendengar ungkapannya itu. Karena setiap aku menelponya saat inipun, maka kata katanya yang kudengar setelah ia menyambut salamku adalah “Amak badoa ……” maka akan ia sambung dengan semua permohonannya kepada dzat yang maha agung itu untuk semua kebaikan kebaikan untuk diriku, saudaraku, anak anaku, menantu menantunya, dan semuanya akan ia sebut satu persatu .

Lalu, janganlah lelah berdoa terutama untuk hal hal yang mustahil bagi akal manusia yang dhaif dan jahil ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s