Bung Karno: Persoalan Homoseksuil “Kau Sakit!!!”

Ini penggalan Bab 12 Saat bung Karno di kurung di Penjara Sukamiskin yang ditertuang di buku Bung Karno Penyambung Lidah Rakjat Indonesia.

 

Sungguh banjak persoalan homoseksuil diantara orang kulit putih. Seorang Belanda berambut keriting, dengan pundaknja jang lebar dan sama seperti laki-laki lain jang bisa dilihat dimana-mana, telah didjatuhi hukuman empat tahun kerdja berat. Kedjahatannja, karena bermain-main dengan anak-anak muda. Tapi walaupun dihukum berkali-kali untuk menginsjafkannja, namun nampaknja ratusan anak laki-laki jang berada disekelilingnja adalah satu-satunja obat bagi penjakitnja, wallahu’alam. Hukumannja telah habis dan dipagi ia meninggalkan pendjara, kukira dia bisa baik lagi.

 

Sebulan kemudian dia menonton bioskop. Dia duduk dibangku depan dikelilingi oleh delapan atau Sembilan anak-anak muda. Orang kulitputih berambut pirang dan berbadan besar duduk dikelas kambing jang disediakan untuk orang Bumiputera tentu mudah diketahui orang. Terutama kalau perhatiannja tidak terpusat kepada film. Djadi, kembalilah ia mengajunkan langkah menudju bui. Pendjara bukanlah obatnja. Ia kembali keselnja jang lama sebelum keadaannja berobah.

 

Djenis manusia jang begini berkumpul disuatu tempat dikota. Suatu hari terdjadi ribut-ribut disebuah hotel dan polisi datang. Seorang pemuda kedapatan terbaring dilantai disalahsatu kamar menangis dan mendjerit. Ia dalam keadaan telandjang dan mendjadi apa jang disebut pelatjur. Langganannja adalah tiga orang Belanda berbadan tegap dan kekar. Apakah jang mendjadi sebab dari kegemparan ini ? Anak pelatjur itu kemudian menerangkan sambil tersedusedu. “Mula-mula jang satu itu dari Korps Diplomatik ingin dengan saja, lalu kawannja. Sekarang jang ketiga mau dengan saja lagi. Saja tjapek. Saja katakan, saja tidak sanggup lagi dan apa tindakannja ? Dia memukul saja !”

 

Orang kulitputih itu dimasukkan kesel dibawahku. Disini ia berusaha lagi menawarkan kegemarannja itu. Pada waklu tidak ada orang disekelilingku, kutanjakan hal in kepadanja. “Kenapa?” tanjaku. “Kenapa engkau mau bertjinta denganku ?” Dan ia mendjawab, “Karena disini tidak ada perempuan.” Aku mengangguk, “Memang benar. Aku sendiri djuga menginginkan kawan perempuan, tapi bagaimana bisa” Kemudian ia menambahkan,”Jah, apalah perempuan itu kalau dibandingkan dengan lelaki?”. “Ooooh,” kataku terengah. “Kau sakit !!!”

2 thoughts on “Bung Karno: Persoalan Homoseksuil “Kau Sakit!!!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s