Umit dan Cinta Umar kepada Rasulullah

Dikisahkan bahwa sehari menjelang rasulullah menaklukan kota Makkah dan Abu Sufyan tidak tahu apa yang harus dilakukan karena dia tahu bahwa kapanpun salah satu dari kaum muslimim pasti bisa menemukannya dan membunuhnya. Tentu semua kaum muslimim ingin membunuhnya karena ia adalah seorang pemimpin jahiliah quraisy yang sudah banyak menyusahkan kaum muslimin.

Abbas bin Abdul muthallib, paman kandung rasulullah, yang mengendarai keledai rasulullah waktu itu bertemu dengan Abu Sufyan dan membujuknya agar mau bertemu dengan rasulullah. Tentu hal yang berat untuk dilakukan. Seseorang yang begitu lama dan sengitnya memusuhi rasulullah dan kaum muslimim sekarang karena posisi terjepitnya harus menyerahkan diri dan mengakui kalah kepada rasulullah sekaligus menyatakan iman kepada allah dan rasulnya. Cukup lama Abbas meyakinkan Abu Sufyan bahwa mendatangi rasulullah adalah pilihan terbaik baginya. Akhirnya ia mengikuti bujukan Abbas dan setelah menutup rapat dirinya dengan kain akhirnya ia duduk menumpang di keledai yang ditunggangi oleh Abbas. Setiap penjagaan bisa mereka lewati karena sang penunggang adalah Abbas, salah satu kaum muslimin dan seorang paman rasul pula.

Akhirnya sampai pada lapisan penjagaan terakhir, di mana di sana ada umar. Walaupun ditutup rapat, akhirnya umar bisa mengenali dari mata sang penumpang di belakang Abbas, yaitu Abu Sufyan sang musuh tertinggi kaum muslim waktu itu. Dengan mengucapkan tahmid bahwa Allah telah mengirimkan hadiah kepadanya yaitu sebuah kesempatan untuk membunuh seorang Abu Sufyan yang ada di depan matanya. Namun Abbas mencegah perbuatan Umar dengan mengatakan bahwa Abu Sufyan berada di bawah jaminan. Jadi tidak ada seorangpun kaum muslimin yang berhak membunuhnya. Lalu Umar mengatakan mana mungkin seorang pemimpin tertinggi Quraisy bisa mendapatkan proteksi keselamatan dan ia bersikeras membunuhnya adalah pilihan yang tepat bagi Umar. Akhirnya mereka berdua berargumen sampai akhirnya Abbas memaksa untuk membawa Abu Sufyan ke hadapan rasulullah. Kedua mereka bergegas menghadapi rasulullah. Akhirnya setelah lama berperang mulut dan menumpahkan emosi masing masing. Abbas dengan sengit mengatakan bahwa sebenarnya engkau wahai Umar memaksa ingin membunuh Abu Sufyan karena ia berasal dari Bani Abdi Manaf. Seandainya lah Abu Sufyan berasal dari kalanganmu (Bani Ady) maka kamu pasti tidak akan berbuat seperti ini. Secara garis keturunan Abu Sufyan berasal bani umayyah sedangkan Abbas dari bani hasyim dimana bani umayyah dan bani hasyim ini adalah anak anak dari abdi manaf. Dengan kata lain Abbas dan Abu sufyan adalah sepupu. Atau tepatnya Abu sufyan lebih dekat ke Abbas di bandingkan dengan ke Umar (karena umar berasal dari bani Ady). Bagi Arab quraisy klan klan ini sangat penting begitupun kebiasaan mereka memberi proteksi/jaminan akan nyawa seseorang adalah sebuah kebiasaan yang lazim.

Mendengar perkataan Abbas tersebut, lalu intonasi suara Umar berubah. Cukup ya Abbas, engkau telah melangkahi umit. Ketahuilah oleh kamu bahwa salah satu hari yang membuatku bahagia adalah hari di mana kamu, wahai Abbas, menyatakan diri masuk islam bahkan hari itu akan lebih terasa membahagiankan bagiku dibandingkan jika seandainya ayah kandungku sendiri (Al khattab-meninggal sebelum kerasulan) menyatakan dirinya masuk islam. Ketahuilah, kebahagian tersebut saya rasakan karena saya tahu bahwa islamnya dirimu wahai abbas tentu akan lebih membuat rasulullah menjadi bahagia. Dan kebahagian rasulullah itulah yang membuatku merasa bahagia pula. Begitulah cinta umar kepada rasulullah. Jadi saat iya ingin membunuh Abu Sufyan bukan dikarenakan Abu Sufyan dari bani Abdi manaf (yang tidak satu klan dengan Umar: Banu Ady) namun melainkan karena Abu Sufyan adalah musuh utama kaum muslimim waktu itu. Dan tentu semua kita tahu bahwa akhirnya Abu Sufyan besoknya saat penaklukan mekkah menyatakan dirinya memeluk islam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s