Anak perempuan Umar bin Khattab

Sudah jamak di masyarakat awam bahwa banyak yang menerima kisah Umar terutama terkait ia membunuh anak kandungnya sendiri. Saya belum selesai membaca kisah Amirul mukminin ini dengan tuntas namun sudah selesai membaca bagian hidupnya sebelum ia masuk islam. Buku yang saya baca ditulis oleh Ibnu Katsir. Di sana tidak tertulis terkait kisah yang selalu didendangkan tersebut, yakni Umar di zaman jahilianya membunuh anak perempuanya.

Praktik membunuh anak perempuan di zaman jahiliah memang pernah terjadi. Namun, setelah ditilik dengan detail tidak ditemukan bani ady membunuh anak perempuan mereka apalagi Umar bin khattab yang dikenal sebagai duta quraisy, yang memiliki reputasi baik di kalangan quraisynya. Hal ini juga dibuktikan di mana perempuan perempuan bani ady yang lahir di zaman jahiliah masih hidup, sebut saja Fatima binti Khattab saudarinya serta banyak perempuan perempuan bani ady lainnya yang lahir di zaman jahiliah tidak ada yang dibunuh oleh ayah ayah mereka.

Jika dibaca lagi sejarah beliau maka anaknya yang tertua adalah Hafsah. Sudah kebiasaan orang arab untuk memiliki kuniah denga nama anak tertuanya (yang laki laki). Namun karena anak yang tertua dari Umar adalah Hafsah (perempuan) maka kuniyah (nama panggilan/gelar) Umar bin kattab adalah Abu Hafsah (Ayahnya si Hafsah). Dan kita semua tahu Hafasah lahir di zaman jahiliah dan ia tetap hidup karena Umar tidak pernah membunuh anak perempuannya sama sekali.

Cerita cerita negatif yang diselipkan ke Umar dan sahabat mulia lainnya banyak sekali namun adalah sebuah kebaikan dan ganjaran bagi kita sebagai orang yang berakal untuk mencari sejarah yang benar adanya.

Kebenaranya adalah Umar tak pernah membunuh anak perempuannya. Kisah kisah seperti ini sudah seharusnya dihilangkan dari dongeng dongen yang kita dengar mulai saat ini sampai masa mendatang dan untuk ditutup selamanya agar jangan sampai ditularkan lagi dongeng dongeng tersebut ke anak cucu dan cicit kita selanjutnya.

Salah satu cara apakah sumber bacaan kita adalah yang benar maka Aid Al Qarni pernah menuliskan “Bacalah karya ulama ulama yang kebenarannya sudah diakui”

Salam dari Negeri seberang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s