Cerita saat Mengelola Jurnal Ilmiah

Saya pernah diamanahi oleh fakultas untuk mengelola jurnal ilmiah sebagai pimpinan redaksi selama beberapa tahun. Jurnal ini terbit sebanyak dua kali dalam satu tahun yaitu di tiap tiap bulan Maret dan September. Nama jurnalnya adalah Jurnal Sains dan Teknologi yang berada di bawah Fakultas Teknik Universitas Riau. Terakhir, berkat bantuan beberapa kolega di FT UR jurnal ini sudah bisa diakses secara online baik oleh penulis, mitra bestari maupun oleh pengelola. Namun sayangnya mungkin saat ini sudah tidak bisa diakses lagi.

Pengelola pernah bercita cita untuk mengajukan jurnal ini agar bisa diakreditasi, namun lagi lagi cita cita itu belum kesampaian dikarenakan berdasarkan evaluasi diri yang dilakukan oleh tim, terasa benar bahwa juranal ini belum layak untuk diakreditasi. Setidaknya itulah penilaian dini yang dilakukan oleh tim.

Banyak kendala yang ditemui jika ingin mengelola jurnal dengan baik dan benar dan jika berniat untuk mengajukanya untuk diakreditasi. Kendala awal tentunya adalah minimnya kiriman tulisan yang masuk ke meja redaksi. Kendala selanjutnya adalah lambannya proses review dari mitra bestari. Saya pernah menunggu berbulanbulan untuk mendapatkan umpan balik dari mitra bestari ini. Bahkan terkadang ada mitra bestari yang meminta untuk dikirim ulang print out tulisan awal tersebut dikarenakan yang bersangkutan tidak sengaja menghilangkan atau mencecerkanya. Hal ini tentunya membutuhkan waktu tambahan lagi.

Tadinya dengan dionlinekannya jurnal ini kita berharap bahwa mitra bestari, penulis dan team editor bisa berinteraksi secara online dengan demikian bisa menghemat waktu. Namun dikarenakan kendala seperti minimnya koneksi internet, kurang atau gagap teknologinya penulis dan mitra bestari akan media online ini membuat fasilitas yang harusnya mumpuni itu tidak menjadi optimal dalam penggunaannya.

Satu lagi, para mitra bestari ini jika dibayar mungkin bayarannya sangat kecil dan jika digunakan untuk naik pangkat mungkin juga kum-nya sangat kecil dengan demikian saya merasa bahwa ada sedikit sikap ogah ogahan bagi mereka untuk memberikan komentar terhadap penulis. Alih alih menjadi mitra bestari, mereka ini lebih memilih menjadi penulis karena kum-nya mungkin lebih besar. Setidaknya itu yang saya rasakan. Walaupun tidak terakreditas, kum-nya 10 loh sedangkan untuk mitra bestari mungkin kum-nya 1 atau 2 atau bahkan tidak ada?.

Beberapa makalah saya sudah dipublikasikan di IEEE, mudahan menjadi penambah jumlah publikasi internasional tanah air yang kenyataanya dari segi jumlah dan kualitas masih jauh dibanding negara se kawasan apalagi dibandingkan negara maju lainya. Saya berharap hasil kerja saya yang lainnya segera pula menyusul.

Akhirnya, ada yang lucu juga dari penamaan saya. Sebenarnya semua publikasi saya ditulis dengan menggunakan nama penuh Iswadi HR namun oleh IEEE dibalik menjadi H.R. Iswadi. Untuk selanjutnya saya harus membuat kepanjangan nama saya tersebut menjadi Iswadi Hasyim-Rosma agar sesuai kaidah dan selaras dengan keinginan saya nantinya serta pertanda saya dilahirkan dari pasangan bersahaja H. Abdullah Hasyim bin Ma’ruf dan Hj. Rosma Binti Abdullah Nodo Kayo.

Pesan dari saya, selamat berkarya kawan.

Beberapa karya saya yang tertera di screen shoot di bawah ini bisa diunduh dari link berikut:

http://ieeexplore.ieee.org/search/searchresult.jsp?newsearch=true&queryText=Iswadi

2 thoughts on “Cerita saat Mengelola Jurnal Ilmiah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s