Ketika seorang teman di UNRI maju ke ajang PILKADA Kota Dumai

Seorang teman, izinkanlah saya menyebutnya begitu, saat ini ingin mencoba peruntungan barunya sebagai politisi. Mungkin bagi anda yang membaca blog ini akan bertanya tanya, dari mana pula kata teman ini bermuasal. Dan siapa pula sang teman yang ingin mengadu peruntungannya di PILKADA Kota Dumai itu.

Sebelum saya menjelaskan detail tentang teman ini, izinkanlah saya untuk menulis beberapa kenangan yang sempat saya terkenang terkait teman saya ini.

Tentu Anda tahu, kata “Teman” biasanya diperuntukan bagi orang orang yang seumur dan sebaya, namun usia saya dengan Teman yang akan saya ceritaka pada kesempatan ini cukup terpaut jauh juga. Sejatinya jika saya bersua dengan beliau maka saya akan menambahkan kata pak di depan namanya dikarenakan usia dan adab teman ini miliki. Namun yang membuat saya kaget, maka sang teman ini tanpa dimintapun, ia akan menyapa balik saya dengan tambahan pak, yang saya rasa tak perlu ia lakukan itu kepada saya. Namun saya hanya berujar dalam hati, maksud baik beliau adalah mungkin dengan berkata demikian ia bermaksud “memuliakan” saya dikarenakan saya juga seorang pengajar di UNRI sama halnya dengan beliau, dimana kata Pak ini sudah maklum dan lumrah bagi orang yang berkecimpung di dunia pendidikan. Walaupun sebenarnya jika ia memanggil saya dengan IS saja saya tidak akan keberatan sama sekali. Tapi begitulah adab beliau, teman saya ini.

Perkenalan saya dengan teman ini bermula pada tahun 2003, saat saya baru saja menapakan kaki saya di kampus UNRI sebagai CPNS berpendidikan S1 teknik elektro, sebagai calon tenaga pengajar, dosen. Saya bersua dengan beliau di sebuah majlis ilmu yang beliau diundang sebagai pembicara tetapnya. Dari pertemuan mingguan inilah saya mulai mengenal beliau. Bahasan kajian mingguan kami beragam topik dan temanya. Terkadang kami membahas hal agama islam namun tak jarang juga kami membahas hal bersinggungan dengan sosial dan politik. Dikarenakan saya berlatar belakang teknik dan teman ini juga seorang yang berlatar belakang teknik maka jika percakapan kami jatuh ke hal hal yang teknis, nah di situ terkadang saya dan teman ini bisa saling tukar ilmu satu sama lain. Ibarat berolah raga tinju, kami saling sering mendaratkan pukulan namun bukan untuk menyakiti melainkan untuk menambah yang kurang dan menyisip yang jarang.

Beliau ini tipikal orang yang sangat rendah hati menurut saya. Pernah suatu ketika, saat saya menuntut ilmu di ITB tahun 2006 di bulan ramadhon beliau menelpon saya. Ia mengungkapkan keinginan untuk menjenguk saya di kostan saya di kebon bibit Bandung dan sekalian menumpang menginap semalam di kost saya. Saya senang dikunjungi dan terharu dikarenakan beliau tidak keberatan untuk menginap di kamar seorang “bujang lokal” yang tak terlalu terurus tersebut.

Di lain waktu saat teman ini diberi amanah untuk memimpin Engineering Service Unit (ESU) UNRI yang bersinggungan dengan tata lahan, taman dan kelistrikan di UNRI maka tak segan segan ia menelpon saya terutama jika ia berhadapan dengan listrik. Teman ini ingin menunjukan bahwa walaupun ia seorang yang berpedidikan Doktor di bidang teknik namun ia tak gegabah untuk merasa seakan akan tahu hal yang bukan di bidangnya karena itulah jika hal yang menyangkut listrik maka ia akan menghabiskan pulsanya menelpon ke HP saya di Bandung hanya untuk mencari jalan keluar soalan listrik UNRI yang ia hadapai di saat itu. Akan halnya saya, jika sudah ditelpon kawan nun dari jauh, maka tak dapat tidak saya pun harus memberikan jawaban yang terbaik bagi kawan ini untuk mendapat jawaban dari soalan yang ia hadapi.

Akhirnya sepulang dari ITB, saya pun berkesempatan bekerja berdampingan dengan beliau. Secara struktur beliau kepala ESU UNRI dan saya kepala divisi listrik di ESU UNRI. Sebenarnya jika digambarkan adalah hubungan atasan dan bawahan namun secara kenyataannya, saat diskusi rapat dan tukar fikiran teman ini selalu memposisikan diri bahwa ia menjadi pendengar dan penengah yang baik, bukan seorang yang suka memerintah, sebuah hal yang saya suka darinya tentunya. Kelak setelah saya mengenyam pendidikan di UK, tahulah saya bahwa pola barat yang beliau lebih dulu miliki ketimbang saya ini, lebih mengajarkan pola memanusiakan manusia oleh karena itulah sikap yang suka memerintah ini tidak berlaku bagi teman saya ini.

Teman ini sangat muda untuk diajak berbagai kegiatan. Salah satu kegiatan yang cukup terekam di benak saya adalah bahwa saya pernah mengajak beliau untuk menyusuri jalan jalan di tepi sungai Kampar dari kampung kecil saya di Kubucubodak kenegrian Rumbio menuju kampung Tanjung di kenegrian air tiris. Perjalanan yang cukup jauh ditempuh dengan jalan kaki itu tak membuahkan lelah sedikitpun dikarenakan dilalui dengan suka dan berbagi pengalaman menarik. Di situ saya melihat bahwa ia adalah seorang yang penuh ceria dan ditingkah oleh guruan kecilnya sekaligus dia adalah orang memiliki ketahanan fisik yang memadai walaupun harus berjalan kaki cukup jauh.

Menjelang pernikahan saya, almarhum abang saya yang alim (bolehlah saya katakana demikian) dengan ilmu agama dikarenakan ia berpendidikan di darun nahdah tawallib bangkinang dan LIPIA Jakarta meminta beliau untuk memberikan nasihat pernikahan saya pada tanggal 23 Juli 2005 di kubucubodak. Abang saya ini, seolah olah ingin mengatakan, bahwa selain ilmu dan kepandaian dalam hal agama niscaya pengalaman orang yang lebih dahulu berumah tangga dan sudah memiliki beberapa anak tentu akan memberikan nilai nasihat yang lebih mengena dan berguna.

Selama beberapa tahun berkenalan, berkegiatan dengan teman ini saya merasa bahwa ia termasuk salah seorang yang cukup religious. Tidak jarang jika waktu sholat masuk, teman ini mengajak saya sholat di masjid maupun di mushalla kampus UNRI jika saat kami berada di kantor. Jika saat kami berpergian bersama sholatpun tidak pernah di sia siakan atau di tunda. Laksanakan begitu waktunya tiba, begitulah kira kira yang terkenang oleh saya.

Lalu, teman yang saya ceritakan adalah Dr.Ir. M. Ikhsan, M.Sc yang sekarang bertarung di PILKADA Dumai. Nampaknya teman saya ini sudah memiliki kendaraan politik untuk memuluskan pencalonannya ke ajang PILKADA Dumai. Sebagai seorang teman, saya merasa terpanggil secara moral untuk berbagi yang baik baik tentang beliau ini. Dikarenakan saya suka menulis dan hanya punya blog ini maka melalui sarana inilah dukungan moril yang saya sampaikan. Semoga jika terpilih, beliau bisa kembali membangkitkan semua hal baik dan positip yang sempat saya kenang bersama tersebut untuk kemashlahatan masyarakat Dumai khususnya dan mudah mudahan pula masyarakat Dumai memberikan dukungan kepadanya.

 

Salah satu banner Dr.Ir. M. Ikhsan, M.Sc.

 

Akan halnya saya, saya adalah seseorang yang tak pernah lelah belajar, bagi saya belajar dan mengajar adalah sepanjang hayat. Jika studi doctoral saya ini selesai pada waktu yang ditargetkan, maka cita cita saya adalah kembali ke UNRI untuk berbagi kepada mahasiswa dan memberikan kesempatan kepada kolega saya di jurusan elektro untuk meraih peluang meraih pendidikan lebih tinggi untuk kemajuan jurusan yang kami bernaung di bawahnya secara khusus dan sumbangsih untuk UNRI secara umum.

Iswadi HR di The Islamic Cultural Center and The London Central Mosque, 14 Agustus 2015.

 

Semoga dan mohon doanya.

Salam hangat dari bumi Belfast di saat musim panas,

 

 

Iswadi HR, ST.MT

PhD Candidate, Energy Power and Intelligent Control

School of Electronics, Electrical Engineering and Computer Science

The Queen’s University Belfast, United Kingdom.

4 thoughts on “Ketika seorang teman di UNRI maju ke ajang PILKADA Kota Dumai

    • ha2x…kabarnya beliau dapat perahu dari PKS dan Gerindra cak. Alumni Utah State University…Selama di UNRI dan jadi konsultan kota Pekanbaru prestasi beliau sangat bagus…

    • Amiin…sekilas begitu Cak..Ridwan Kamil pernah berkontribusi buat Surabaya sebelum ia menjadi nomor 1 Bandung. Nah kawan saya ini pernah “berkontribusi” di kota Pekanbaru beberapa tahun. Pekanbaru termasuk kota di sumatra yang sering meraih adipura. Semoga asam garam beliau bisa diberi kesempatan dan diulangi di kota Dumai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s