Sedikit tantangan jika membawa keluarga saat pendidikan di UK

Sebagian dosen di tanah air memulai karirnya menjadi dosen saat mereka sudah menempuh pendidikan S2 dan ada juga sebagian yang masih S1 sehingga untuk pengembangan karir selanjutnya dosen yang masih S1 dan S2 ini masih memerlukan pendidikan lanjut lagi (bagi yang menginginkan tentunya) ke jenjang S3.

Tantangan bagi dosen yang sudah diangkat sejak S1 atau S2 adalah ada diantara mereka yang sudah berkeluarga dulu baru memikirkan melanjutkan kuliah kemudian. Saat waktu melanjutkan S3 itu tiba, maka tanggung jawab studi harus berbagi dengan tanggung jawab lainya, rumah tangga, pasangan dan anak anak tentunya.

Tak jarang lokasi tempat studi S3 berada di luar kota instusi asal hal inilah terkadang membuat dosen lagi lagi harus memutar otak. Sekolah sambil memboyong keluarga atau sebaliknya, keluarga di tinggal di kampung halaman sedangkan yang berangkat sekolah hanya yang bersangkutan. Hidup berjauhan.

Memboyong keluarga bersama sama memerlukan seninya tersendiri. Jika punya anak, maka tidak hanya urusan tempat tinggal baru yang akan dipikirkan namun juga pindah sekolah sekolah anak anak. Belum lagi bagi pasangan yang bekerja, maka hal ini akan ditambah untuk mengurus izin atau cuti bagi pasangannya jika pasangan tersebut diajak serta ke kota yang baru. Ada yang mengatakan jika studi masih di tanah air maka tantangan itu akan terasa ringan. Well, bisa iya dan bisa tidak.

Lalu bagaimana jika studi di Negara lain? Konon hal ini akan membutuhkan tugas ekstra lagi. Anak anak tidak banyak betul bermasalah dengan adaptasi lingkungan Negara baru. Mereka belajar lebih cepat sebuah budaya dan bahasa dibandingkan dengan orang orang dewasa. Tantangan yang terberat jika sekolah di luar negeri dan membawa serta keluarga adalah: terkadang pemberi beasiswa hanya membiayai satu orang saja dan tak jarang karya siswa adalah sebuah keluarga dengan pasangan mereka dan beberapa orang anak (bahkan ada yang 3 dan 4 orang anak). Karena pemberi beasiswa tidak memberikan bantuan apapun bagi keluarga maka sudah barang tentu segala urusan duit yang terkait adalah salah satu soalan yang perlu dijawab. Penerima BLN Dikti sejak angkatan 2013 atau 2014 konon sudah mendapatkan bantuan bagi keluarga ini, dimana dimulai saat tahun ke 2 awal. Sangat membantu sebenarnya, namun bagaimana kalau keluarga di bawa dari awal, biaya tiket, asuransi dan visa bukanlah murah seperti yang dibayangkan.

Sejak April 2015 ini, pengurusan visa UK cukup mahal. Perorang dikenakan £ 325, sedangkan biasa kesehatan yang dulunya gratis sekarang harus berayar sebesar £ 150 per orang per tahun. Maka bisa dibayangkan berapa besarnya biaya yang diperlukan jika membawa keluarga serta maka setidaknya satu orang anggota keluarga membutuhakan £325+(£150/tahun x 3 tahun)+ tiket pesawat dari tanah air ke UK. Sebuah jumlah yang besar tentunya jika dikalikan dengan jumlah tanggungan (pasangan dan anak anak).

Saya sedikit beruntung karena waktu membawa serta keluarga, biaya kesehatan masih gratis sedangkan biaya visa waktu itu adalah sebesar £ 297 dengan nilai tukar Rp ke £ lumayan bagus dibandingkan saat ini. Sudah dipastikan untuk mendapatkan biaya itu maka usaha harus dilakukan berlipat lipat lagi: kenaikan segala macam biaya dan ditambah semakin lemahnya mata uang sedangkan kenaikan gaji dosen (yang sangat semangat sekolah ini) tidak pernah sedrastis naiknya segala macam biaya itu dan juga tidak pernah mengikuti fluktuasi nilai tukar rupiah ke mata uang asing Negara tujuan.

Entahlah, sekilas syarat yang diterapkan oleh UK atas kenaikan visa dan biaya kesehatan ini, tidak hanya menjadi bahan bincang bincang siswa berasal dari tanah air namun juga jadi bahan obrolan bagi siswa Negara lain juga. Pertanyaan saya, UK akankah mahasiswa Indonesia yang jumlahnya tidak terlalu banyak di bumi UK ini makin berkurang saja peminatnya di tahun tahun mendatang?

Biarlah ia terjawab sendirinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s