Kacamata Azkiya

Azkiya memulai SD nya di Belfast sejak September 2013. Semua berjalan baik baik saja. Sudah biasa di UK bahwa anak anak sarapan di sekolah dan makanpun di sekolah. Azkiya bawa rantangan untuk makan siangnya sedangkan sarapan disediakan dari sekolah. Waktu sarapan anak anak diminta untuk membawa sarapan ke ruang makan. Mereka akan membawa makan tersebut dari dapur sekolah untuk dihidangkan ke teman temannya lain secara berganti pada hari hari lainya. Isi sarapanya, susu dan buah sehat lainya. Tentu tidak ada juice botol, permen dan cokelat.

Di sekolah setiap 6 bulan kesehatan anak diperiksa. Gigi, mata dan telinga. Berat badanpun ditimbang. Jika berat badan anak kurang ataupun lebih maka pihak sekolah akan menyurati orang tua. Azkiya, dengan umurnya saat itu dianggap berukuran kecil. Saya tidak heran, mungkin karena perawakannya kecil. Namun, saya mendapatkan surat bahwa ia harus mendapatkan pemeriksaan lanjut untuk mata dan telinganya. Diindikasikan bahwa ia ada sedikit gangguan dengan penglihatannya dan pendengarannya. Setelah membaca laporan perawat sekolah tersebut saya termenung. Merasa bersalah tidak pernah memeriksakan kesehatannya secara detil sejak lahirnya. Saya hanya melihat luarnya saja, selama ia tak batuk batuk dan deman saya sudah merasa tenang, ia sehat bathinku.

Saat ia saya panggil dan menanyakan ke dia apakah matanya terganggu, ia bilang tidak tahu namun ia mulai menangis karena mengingat bahwa ia pernah dites membaca oleh perawat sekolah namun dia tak bisa membaca hurup hurup pada jarak yang jauh itu. Lalu, saya bawakan sebuah buku yang bertuliskan huruf yang cukup bisa saya lihat pada jarak 5 meter. Saya tanyakan apakah ia bisa melihat. Ia katakan, “tidak nampak Ayah”. Jadi selama ini ia bermata minus namun ia tidak tahu kalau ia mengalami minus karena itulah ia tidak pernah mengatakanya kepada saya. Menurut dia, jika dia tidak bisa melihat sejarak 5 meter tersebut, itulah yang normal, karena itulah yang selama ini yang ia rasakan.

Di surat yang saya terima ia diminta untuk periksa ulang ke klinik mata. Matanya diperiksa ulang dan pilihannya adalah, ia harus menggunakan kacamata, saya dan Azkiya tidak keberatan sedikitpun malahan ia senang. Setelah diperiksa dari klinik mata, ia harus mengunjungi toko kacamata di mana saja yang diinginkan. Namun saya pilih optic yang dekat dengan rumah. Di Belfast, kacamata gratis untuk anak di bawah 16 tahun jika menunjukan surat dari klinik tersebut. Akhirnya dia mendapatkan kacamatanya. Saya tanyakan, “Apakah kamu suka dengan kacamatanya Nak?”. “Suka Ayah, bisa melihat hal hal indah walau lokasinya cukup jauh”.

Ayah dan ibu, para orang tua, sudahkah kita periksa kesehatan anak anak kita. Terkadang anak anak tidak pernah mengeluh karena “kekurangan” yang mereka rasakan dianggap normal oleh mereka karena mereka berada dalam kondisi itu tanpa tahu kondisi normal yang seharusnya bagaimana. Guru di sekolah terlalu sibuk mengurus hal hal yang demikian, selain mereka juga tidak punya ilmunya. Mengharapkan perawat untuk datang ke sekolah anak anak kita di tanah air agaknya mustahil. Jadi luangkanlah sedikit waktu untuk sang buah hatimu untuk memeriksa kesehatan mereka ke dokter yang anda kenal jika puskesmas tidak menyediakan layanan itu. Jadi sekarang tugas para orang tua menjadi bertambah, selain menanyakan pelajaran anak anak di sekolah jaga jaga jugalah kondisi kesehatan mereka agar slogan dalam raga yang sehat terdapat jiwa yang sehat bisa diwujudkan.

Lalu, lihatlah Azkiya dengan kacamatanya, cantik bukan? Kutambahkan Aqilah pada namanya, agar ia menggunakan akal dan fikirnya untuk mendekat dirinya kepadaNya.

18348824425_7f3c21017c_o

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s