Berbuka Puasa di Masjid Fatih Eindhoven

Suhu saat ini serasa berada di kampung halaman, 28 c. Ifthar malam kemarin saya nikmati di masjid Fatih. Buka puasanya sangat sangat tertib. Tidak ada suara gaduh. Tak ada nasih yang berserak seperti saat berbuka puasa dengan orang Arab, Somalia, Asia selatan saat saya berbuka di BIC Belfast.

Makanan tentu bukan chicken curry karena ini masjid yang digawangi oleh orang Turkey. Mereka langsung bisa menebak bahwa saya orang Indonesia. Mungkin karena banyak Indonesia di sini kali, makanya mereka menduga demikian padahal saya tidak pakai peci hitam. Pas 10 menit santap berlangsung, sang muadzin membacakan sebuah pengingat yang selalu di dengar namun jarang dilaksanakan, “Makan dan minumlah namun jangan berlebihan”. Ayam yang di masak dengan cita rasa tinggi itu asalnya sebanyak 2 potong besar di piring saya, namun dikasih oleh brother sebelah sehingga menjadi 3 potong. Nun mendengar pengingat itu, sekarang ayam tersebut buru buru pula saya oper ke borther yang sebelahnya lagi. Sebenarnya 1 potong saja sudah cukup. “Makanlah sebelum lapar benar dan berhentilah jika sudah merasa agak agak kenyang” kan begitu seharusnya cara diet yang diajarkan oleh sang baginda.

Eindhoven 29 June 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s