Perempuan Minang dahulu

 

Maka, diceritakanlah oleh Buya pada sebuah setting di awal tahun 1900 di dalam karyanya Tenggelamnya Kaval Van der Wijk akan keterkejutan pemuda bugis Zainudin yang berayahkan Minangkabau dan beribukan Bugis itu, seketika menengok cara berpakaian Hayati yang sudah mulai berubah.

Tersingkap apa yang tak boleh ditampakkan dan terbuka apa yang seharusnya dilindung dan halangi. Keterkejutan ini bermuasal dikarenakan pada saat itu dan jauh jauh sebelum saat itu seharusnya perempuan memang berpakaian sangat sangat rapi dan tertutup, yang menutup sesuatu yang tak boleh ditampakan dan melindung sesuatu yang tak boleh dibukakan di depan umum.

Mengertilah saya akan keterkejutan Zainuddin karena sekarang Hayati sudah tak berpakaian seperti yang ia bayangkan di ambang matanya.

Screenshot - 29_05_2015 , 05_47_53

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s