Pesan Mulia dari Baghandu Kampar

Baghandu, begitulah Kami, orang orang matrilinear yang mendiami daerah aliran sungai Kampar yang panjang itu menyebut senandung yang selalu menemani anak anak Kami agar Mereka lelap dalam tidurnya, bertimang atau meninabobokan. Jika Anda tanya syair apa yang terkandung dalam senandung yang dilantunkan saat baghandu tersebut? Maka jawaban Saya adalah, semua syair syairnya mengandung pesan dan petuah yang dalam penyampaiannya dirimakan dengan irama yang sangat sangat syahdu untuk didengar oleh telinga dan dengan mudah pula membawa sang anak untuk cepat terlelap menuju tidurnya. Apalagi jika baghandu ini dilakukan saat sang anak dibuai dengan buaian khas orang Kampar, yaitu sebuah buaian yang digerakan kaulak (timur) dan ke mudiok (barat) , bukan dianjut ke atas ke bawah.

Pesan pesan dalam baghandu ini sangat jauh dari pesan pesan yang menakut-nakuti si anak seperti misalnya, “jika tidak bobok di gigit nyamuk”, dan lain sebagainya yang selalu kita dengar di sebuah lagu penina bobok yang sangat familiar di telinga itu. Lihatlah salah satu kumpulan syairnya di antara banyak syair syair baghandu lain yang di setiap daerah terentu di Kampar memiliki syairnya yang berisi nasehat khas daerahnya masing masing pula.

 

La ilaha illallah, Intan Berenda

Tempurung bermata tiga

Lelaplah nak, lelaplah manja

Biar mudah Amak bekerja

Piring banyak akan disesa

Ayahmu akan pulang dari kerja

Sedangkan makanan belum pula tersedia

 

La ilaha illallah, Intan Berenda

Tempurung dari kelapa

Lelaplah nak, lelaplah manja

Janganlah engkau berulah

Pesan amak tolong dijaga

Jangan habis petang karena senja

Biar sedikit yang kita bawa

Asal dapat karena berusaha

 

La ilaha illallah, Intan Berenda

Tempurung sayak berbulu

Lelaplah nak, amak berlagu (baghandu)

Pandai pandai di jalan berliku

Pandai pula menjauhi yang tabu

Karena Anak Bujang Amak bakal jadi pemandu

 

La ilaha illallah, Intan Berenda

Tempurung penampung getah

Cepak gedang agar sekolah

Jika gedang janganlah berulah

Makin berisi semakin merebah

Orang sayang ke hati nan rendah

Makin tinggi makin merendah

Orang suka ke diri yang ramah

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s