Seleksi Pelatihan TOEFL DIKTI

Saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan TOEFL yang diselenggarakan oleh DIKTI. Tepatnya berada di UNSRI Palembang di penghujung tahun 2010. Ada cerita menarik dibalik pelatihan ini. Konon, ada puluhan dosen UR Pekanbaru yang memasukan aplikasi untuk mengikuti pelatihan ini. Penyelenggara di DIKTI akan menyeleseksi. Setelah aplikasi dimasukan nantinya para dosen ini akan di uji di beberapa tempat. Untuk dosen UR, ujian dilaksanakan di UNAND Padang. Materi ujinya adalah TOEFL dan TPA.

Anehnya, dari puluhan dosen UR yang memasukan aplikasi ke DIKTI tersebut, hanya saya sendiri yang terpanggil untuk mengikuti seleski. Dan melengganglah saya menggunakan travel panther yang kecepatannya tiada lawan itu menuju ke Padang. Saya mengikuti ujian di kampus lama UNAND. Materi ujiannya tidak terlalu susah terutama TPA karena dari dulu nilai saya selalu tinggi untuk urusan TPA ini.

Tidak berapa pekan kemudian hasil diumumkan via website DIKTI. Nama saya keluar sebagai salah satu peserta yang layak untuk dilatih di UNSRI Palembang sana. Kelulusan saya menjadi nilai 100% bagi UR karena yang ikut hanya satu orang saya saja dan juga yang lulus satu satunya J .

Saya masih penasaran kenapa rekan UR lainnya tidak dipanggil untuk diseleksi. Usut punya usut dan dari desas desus, ternyata berkas data pelamar yang harus dikirimkan oleh pihak kampus terlambat sampainya ke tangan DIKTI. Loh kok bisa? Begitulah realita, padahal DIKTI hanya meminta data dosen dan surat rekomendasi serta nilai TOEFL terakhir yang diperoleh. Walaupun semua persyaratan diminta untuk dikirim ditujukan ke email DIKTI namun tetap saja ada yang terlambat, bisa saja internet di kampus lagi macet atau pihak UR melakukan sedikit “kekeliruan” yang menyebabkan tidak terpenuhi batas waktu yang disyaratkan. Anyway, tentu kita tidak akan menyalahkan sesiapapun namun sebaik baiknya hikmah dari sebuah pengalaman adalah mengambil pelajaran berharga dari kejadian baik buruk dan manis pahitnya sesuatu.

Lalu, bagaimana saya bisa terpanggil? Ceritanya ringkas. Nama saya, saya serahkan ke pihak kampus untuk didaftar ke DIKTI pada saat bersamaan saya juga mengirim email yang sama ke pihak DIKTI tentu dengan bahasa resmi dan sopan dengan memulai kalimat bahwa saya sudah mendaftar via kampus namun untuk menghindari sesuatu diluar dugaan dan sebagai back up maka saya selaku inisiatif pribadi mengirimkan berkas yang sama atas nama saya, bla bla bla…

Kenapa saya melakukan ini? Saya adalah orang elektro, peminatan riset saya salah satunya adalah power system protection/pengamanan sistem tenaga listrik. Sudah lazim bagai kami orang proteksi untuk selalu membuat back up proteksi untuk sebuah peralatan demi meningkatkan kehandalan keamaan peralatan tersebut. Jadi back up email yang saya kirim tersebut adalah sebagai antisipasi jika dan hanya jika email dari pihak kampus saya tidak sampai ke DIKTI atau terjadi kegagalan saat pengiriman, dsb.

Lalu, selalulah dibuat sebuah alternatip lain untuk menuju suatu tujuan bukan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s