Maluluong dan Maghatok

Dulu, cara cara seperti ini masih lazim dilakukan oleh orang orang di DAS Kampar. Namun seiring masuknya islam kian lama kebiasaan tersebut menjadi hilang. Kini negeri ini menjadi negeri serambi Makkah-nya Riau dan gudangnya para buya tidak hanya di bumi lancang kuning namun tersebar pula ke beberapa propinsi lain.

Sumber: Youtube.com

Sebuah lolongan pajang (MALULUONG), ataupun meratap (MAGHATOK) dengan lengkingan nada yang sangat tinggi pertanda kesusahaan dan kesedihan yang sudah tak terkirakan lagi.

Saya yakin, islamlah yang membuat kebiasaan maluluong dan maghatok tersebut menjadi berangsur angsur hilang. Namun mungkin pula karena sudah seringnya derita hidup datang hampir menghampiri silih berganti maka derita itu tak terLULUONGkan lagi. Seakan kesusahan itu sudah terbiasa.

Saya masih ingat petuah orang tua, jika kepala ini diberi beban untuk menjunjung PEKEK yang berat itu maka leherpun akan bertambah kuat.

Lalu, saya jadi teringat dengan mamanda saya, beliau adalah malim di suku kami dengan gelar dt.malim kojan, sehingga jika ada kematian dan ada diantara anggota keluarga yang maghatok kepergian si mayat, maka dia akan mengingatkan untuk berhenti. Semua sudah ditentukaNya bukan ditentukan olehnya, begitulah kata mamak saya.

Saya melihat dan membaca beberapa status dunsanak saya di negeri. Terlihat mereka kembali, taLULUONG panjang, atas segala himpitan yang ada. Kebanyakan luluongan mereka dikarenakan pendapatan begitu begitu saja bahkan mulai terasa kurang dikarenakan pada saat yang bersamaan barang barang di pasaran sudah mulai pada naik.

Salam dari negeri tua melayu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s