Surat Rindu Buatmu, Anak Anaku

Seperti biasa hari ini ayah menerima foto foto kalian. Gambar tak bergerak dan tak bisa berbicara itu menyiratkan banyak kata yang dapat ayah tangkap dari kalian.

Azkiya Aqilah, sekarang umurmu sudah menjelang 7 tahun adanya. Sudah hampir enam bulan ayah tak bersua kalian. Tepatnya pada saat 16 Maret nanti maka persis 6 bulan ayah tak di samping kalian anaku. Ternyata kau dan adik adikmu berkembang begitu cepat. Kau bertambah besar rupanya. Ibumu, perempuan yang baik itu, tentunya tak abai akan segeala keperluan kalian adik beradik. Iya juga yang menggantikan peran ayahmu dalam mengurus dan mendidik kalian. Berita demi berita selalu ayah terima dari ibu kalian. Dan kau sekarang sudah menghafal beberapa surat pada juz amma itu rupanya. Ayah tahu kau anak yang cerdas dan rajin wahai anakku dan ayah juga tahu bahwa hanya Dialah zat yang maha tinggi itu yang bisa membuatmu menggapai cita cita itu dan cita cita ayahmu ini.

Tetaplah belajar anaku. Jangan malas dan rajinlah selalu. Biarlah orang melihat kalian bagian yang terbaik dari kalian dan Dia rabbmu lah yang menutup aib aib kalian. Hidup ini serba teka teki anaku. Dan teka teki yang terbaik adalah teka teki yang ada Ia dalam jawabannya. Biarlah orang tahu saat kalian berhasil sahaja tanpa mereka harus tahu bagaimana susah dan payahnya kalian meraih hasil itu. Seperti halnya banya orang yang tahu bahwa Abu Hurairah (bapak kucing) itu adalah kamus hadis rasulullah namun sedikit orang yang tahu bahwa ia sebenarnya sering kesakitan dalam menahan laparnya.

Azkiya Aqilah

 

Muhammad Syafiq, kau sudah 3 tahun lebih sekarang rupanya anaku. Tentu kau tak sekeras dulu karena ketidaktahuanmu waktu itu. Dan kau tentu bertambah besar dan cerdas serta penurut adanya. Tentu kau sudah mau menurut dengan kata ibumu. Masihkah kau pakai sarung ayah menjelang tidurmu. Masihkah kau pakai sarung itu pada waktu shalatmu. Tentu ibumu akan repot jika semua harus menunggu ayah. Bukankah ayah tak di sisi kalian saat ini. Masih juakah kah menunggu ayah agar memotong rambutmu. Dan masih juakah kau menunggu ayah untuk sholat bersamamu. Anaku, bersama dan sendiri sudah digariskanNya. Bisa dan biasakanlah mengerjakan sesuatu secara mandiri. Sekarang kau harus sholat sendiri. Kau harus memotong rambut diantar oleh ibumu dan tanpa ayahmu. Namun ayah tahu dan bertekad. Suatu saat nanti waktu itu akan datang dan kau serta saudarimu akan bersama ayah kembali. Insyaallah.

Muhammad Syafiq

 

Alifah Zhafirah. Apa kabarmu putri kecilku? Kejadian saat itu tentu membuat ibumu sangat cemas. Semoga kau bertambah sehat dan baik selalu. Masih juakah kau menggigit Syafiq. Syafiq, abangmu itu, adalah laki laki kecil yang keras namun berhati lembut. Dan ayah tahu tentu ia tak akan mau membalas memukulmu walaupun kau menggigitnya. Karena ayah tahu bahwa syafiq adalah saudaramu yang penyayang. Rasa sakit dari gigitanmu tentu tak akan ia balas dengan pukulan tangannya yang bertenaga itu. Ia lebih memilih meraung menangis menahan sakit dan malu daripada membalas dengan memukulmu dari gigitanmu yang membekas biru di badanya. Tentu nantinya seiring bertambah besarnya dirimu, kalian adik beradik akan bertambah pintar dan saling sayang menyayangi satu sama lainnya.

Istriku. Aku tak menyuratimu saat ini. Melalui media digital ini salam rinduku kuselipkan. Bahkan berjuta juta terabyte data digital rindu itu tak akan sanggup mengganti rasa itu padamu.

Alifah Zhafirah

4 thoughts on “Surat Rindu Buatmu, Anak Anaku

    • @Pulau Tidung: anak anak lagi diajak oleh ibunya bermain di arena Stadion Utama Riau. Satu untuk perhelatan PON tahun lalu. Aneka mainan yang ada di sana salah satunya yang mobilan dan odong odong. Sukses selalu untuk pulau tidung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s