Rendang dan Kokek Kampar

Banyak bumbu bumbu instant yang saya lihat di supermarket di Belfast ini dari sekian banyak bumbu asia tersebut nampaknya juga nama bumbu instant untuk masakan khas Indonesia seperti rendang, sate, ikan bilis, dll. Setelah saya perhatikan dari dekat ternyata itu merupakan produk dari malaysia dan tentunya untuk bumbu di atas mereka anggap adalah makanan khas mereka pula. Suatu saat bungkus bumbu tersebut akan saya foto untuk ditampilkan di sini. Saya pernah membeli bumbu instant untuk rendang. Tentunya rasanya tak sama dengan rendang asli buatan khas masing masing terutama buatan keluarga saya (ibunda). Ada yang bilang jangankan bumbu instantnya la masakan rendang asli buatan malaysia saja tak seenak rendang kita. Begitu kata kawan kawan. Saya tak mau mengatakan mana yang enak dan mana yang tak enak karena lidah orang malaysia tentu tak sama dengan lidah orang kita. Sama halnya dengan pecal, jika anda menjual pecel lontong di Pekanbaru jangan harap akan dibeli orang jika rasanya terlalu jawa karena lidah orang pekanbaru tak sama dengan orang jawa. Dan bagi orang pekanbaru, pecal lontong yang enak adalah pecal lontong pekanbaru bukan pecal khas asli jawa malahan.

Bercerita soal rendang ini, sependek pengetahuan saya hampir semua bahan bisa dijadikan rendang. Bahan dari daging dan bukan daging bisa dijadikan rendang. Daging ayam, itik, kerbau, sapi dan rusa. Sudah kebiasaan orang Kampar untuk merendang apapun agar menjadi tahan lama. Maka tak heran akan mudah dijumpai di Kampar ada orang yang merendang pucuk ubi dicampur teri. Ada rendang nangka, ada rendang ubi kayu ada rendang pucuk paku, ada rendang ikan salai, ada rendang telur puyuh ada rendang telur ayam dan lain sebagainya. Untuk rendang yang non daging ini penyebutannya beragam ada yang menyebutnya dengan rendang, ada pula kokek. Namun melihat proses pembuatan dan bumbunya kokek dan rendang adalah lauk pauk yang sama.

Makin kering sebuah rendang ataupun kokek tersebut maka akan makin tahan lama. Biasanya ini adalah bekal untuk anak sekolah yang tinggal jauh dari orang tua mereka dan mungkin masih berlaku sampai sekarang. Dulu beberapa santri membawa lauk ini sekali seminggu untuk dijadikan bekal selama seminggu. Anak anak kuliah yang hanya bisa pulang sekali seminggupun biasanya juga dibekali dengan lauk rendang ini oleh keluarga mereka. Tinggal masak nasi saja dan lauknya ya rendang bekal dari rumah tersebut. Menjadi hemat dan tak perlu repot masak. Kemasannya ya kaleng apa saja. Yang penting tak mudah tembus mengingat minyak rendang atau kokek ini sangat mudah sekali merembes. Biasanya kaleng susu bubuk menjadi primadona untuk wadah lauk ini dan tidak perlu repot membeli dan hanya memanfaatkan wadah kaleng susu yang tak terpakai lagi.

Lalu kalau ditanya ke saya, rendang mana yang paling enak. Menurut saya rendang yang paling enak adalah rendang rumahan yang dibuat oleh orang tua saya. Rendang ini sangat sangat tidak sama dengan rendang di rumah makan yang banyak anda jumpai di tiap kota bahkan di luar negeri. Ya itu tadi, karena rendang di rumah makan tersebut sudah menyesuaikan lidah penduduk sekitar tempat mereka berjualan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s