Mi Goreng dari Rantau

Buka puasa hari ini begitu terasa nikmat. Allah taala telah memasukan malam ke siang sehingga waktu siang terasa pendek, yaitu saat winter. Kesempatan untuk meningkatkan ibadah. Malam yang panjang bisa melaksanakan shalat dan siang yang pendek bisa melaksanakan puasa. Sebuah kemudahan yang diberikan Allah melalui fenomena alam yang Ia ciptakan.

Saat waktu magrib sudah masuk, saya bergegas menuju masjid yang hanya 3-5 menit dari lab di Queen’s. Nasi yang dari pagi saya siapkan tak saya makan. Buka puasa hanya minum air putih yang ada di Belfast Islamic Centre. Setelah sholat maghrib dan sunat saya langsung menuju lab. Bekal dibuka lalu dihangatkan di micorwave yang ada di lab.

Menikmati masakan pagi yang dihangatkan di waktu maghrib ternyata tidak mengurangi rasa nikmat. Mungkin karena perut lapar bekal tersebut habis dalam sekejap. Masih jauh menuju isya. Saya masih bertahan di lab. Menjelang isya baru saya pulang terbalik dengan student lain (umumnya China) yang datang ke lab sore harinya dan bergadang sampai larut malam. Begitulah kehidupan tidak selalu sama dan seragam. Saya lebih memilih ke lab sejak pagi dan berakhir sampai magrib dan tak jarang sampai menjelang isya. Namun saya tak mau bergadang sampai malam. Tubuh membutuhkan istirahat. Walau terkadang sampai di rumah tak jarang tidurpun sudah larut malam. J

Setelah menunaikan sholat isya langsung menuju tesco untuk membeli bahan sehari hari yang sudah menipis. Karena tak mencatat apa yang dibeli akhirnya hanya membeli bahan bahan ala kadarnya. Salah satunya mi kering dan saus sambal hot.

Karena buka puasa pada jam 4 sore dan sekarang sudah jam 9 malam, rasa lapar kembali menggoda. Teringat akan mi kering yang dibeli tadi akhirnya saya menuju dapur dan mulai memasak mi goreng. Bumbu seadanya, karena tak ada bawang merah akhirnya saya menggunakan bawang bombay dan bawang frei. Diiris halus dan digoreng dengan minyak sayur secukupnya. Setelah agak menguning mi kering yang sudah direbus dan ditiriskan airnya lalu dimasukan ke kuali dan diaduk rata dengan bawang tersebut. Tambahkan kecap dan saus secukupnya dan jangan lupa tambahkan garam sesuai selera. Hindari MSG. Ini hasilnya.

Masih dalam kuali

Siap untuk disantap.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s