Kejut Budaya

Kejut budaya…begitu saya mungkin mentranslate istilah culture schock di mana seseorang berada pada posisi yang ia tidak familiar dengan kondisi ia berada. Lazim dialami oleh seseorang dari suatu lokasi dan budaya lalu berkunjung ke lokasi lain pun dengan budaya yang berbeda. Penyesuaian biasanya memakan waktu tertentu ada yang relatif singkat namun ada juga yang lebih lama dan bahkan memutuskan untuk kembali ke budaya asalnya.

Selain itu, kejut budaya juga adalah (ini menurut versi saya) terkagum kagum dengan budaya baru yang kita rasakan. Seolah semua budaya dan tabiat yang baru itu melebihi budaya dia sebelumnya. Tak heranlah kita jika ada orang yang baru pulang maka apa yang ia dapat di rantau ingin pula ia terapkan di negeri.

Sayang kadang kejut budaya setelah pulang ini selalu ada hambatan. Berbagai faktor yang menyebabkan. Pertama, apa yang di dapat di luar belum tentu sesuai dengan yang dibutuhkan. Kita terkagum kagum dengan penggunaan internet sebagai salah satu media belajar dan ingin menerapkan teknologi ini dalam proses belajar dan mengajar di negeri kita tanpa mahu tahu bahwa jangankan internet terkadang suplai listrik saja selalu bermasalah. Bagaimana bisa menggunakan internet sedangkan listrik tak ada. Kedua, kebiasaan yang di luar belum tentu itu adalah hal terpenting yang dilakukan saat ini. Saya selalu mendapat email dari Library memberitahukan bahwa jam operasional pustaka terkait menjelang ujian semester. Diberitahukan bahwa perpusatakaan dibuka selama 24 jam dan ditambah dengan keterangan lainnya. Kondisi ini sangat didukung oleh mahasiswa. Menggunakan perpustakaan sebagai tempat belajar bersama dan terutama sekali untuk menghangatkan diri. Jadwal ujian di sini berlangsung bulan Desember saat musim winter. Tempat yang paling nyaman menghangatkan diri yang di perpuskaan karena pemanasnya sangat baik jika dibandingkan akomodasi mahasiswa. Pertanyaannya, sudah perlukah kita menerapkannya di kampus di negeri kita mengingat pukul 5 sore saja kampus sudah sepi lalu untuk apa harus membuka perpustakaan selama 24 jam.

Semua hal yang didapat bisa saja baik namun perlu waktu khusus dan kondisi tertentu jika ingin menerapkannya di negeri kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s