Tumpukan Bacaan

Saking banyaknya sumber bacaan sampai bingung mana yang harus dibaca dulu. Bahan studi sudah menumpuk dan ditambah dengan bacaan di bidang lain. Jadilah semua itu semakin menumpuk tinggi.

Melihat tumpukan bacaan yang makin tinggi dan kapasitas ebook yang sudah banyak di piranti penyimpan data, membuat tambah bingung harus dimulai dari bahan yang mana. Mulai buku agama, pelajaran, bidang sehingga bingung dan akhirnya tidak jadi membaca. Apakah Anda merasakan hal yang sama?

Saya mempunyai kebiasaan. Namun mungkin ini bukan kebiasaan yang baik. Walau begitu saya coba untuk membaginya. Pertama, saya punya kebiasaan bahwa cenderung untuk membaca buku yang terkait dengan kebutuhan saya saat itu. Saat teman teman diskusi tentang agama, misalnya dan saya masih merasakan janggal dengan diskusi tersebut lalu saya mencoba untuk mencari buku yang terkait dan membacanya sehingga mendapat jawaban atas ganjalan di hati.

Yang kedua, terakit dengan waktu kesukaan. Biasanya saya membaca setelah sholat isya. Namun kekurangan membaca setelah sholat isya adalah terkadang dikalahkan oleh rasa kantuk. Namun demikian aktifitas membaca waktu malam ini selalu saya gunakan sebaik mungkin dan tentunya untuk membaca hal lain yang tak terkait dengan bahan studi, karena saya berusaha dan berharap untuk mengoptimalkan waktu di kampus hanya untuk keperluan kampus walaupun terkadang saya juga membawa pekerjaan kampus ke rumah dan sebaliknya membawa pekerjaan rumah ke kampus (???).

Ketiga, memilih penulis yang sudah diakui kepakaran juga menjadi pertimbangan saya untuk membaca buku tersebut. Terutama buku agama. Saya tidak mau karena salah memilih penulis akhirnya saya membaca tulisan yang salah. Tentu kita masing masing punya daftar penulis yang diakui kejujuranya. Sekarang banyak buku yang ditulis dalam rangka “menyesatkan” dan inilah yang saya takutkan.

Cara terakhir adalah membaca buku yang terkait dengan tugas tambahan. Terkadang dapat pesan dari rekan untuk meringkas isi sebuah buku ( karena yang mebedah haruslah yang pakar bukan???) tertentu maka buku itulah yang saya baca. Saya coba baca dan rangkum sehingga saat menyampaikan ulang akan terasa sudah mempunya persiapan.

Dengan cara cara tersebut saya berharap tumpukan bacaan yang menggunung tersebut berangsur menjadi berkurang. Nah sekarang bagaimana cara Anda mensiasati bahan bacaan Anda?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s