Perempuan Sangat Berharga

Alhamdulillah, sejak menikah pada tanggal 23 Juli 2005 saya sudah dikarunia 3 orang putra dan putri yang menggemaskan. Terbayang akan betapa sulitnya menjaga dan merawat agar mereka kelak istiqomah dalam jalan lurus yang digariskan mengingat betapa banyak rintangan yang nampak di kiri dan kanan baik dalam maupun luar.

Terutama bagi kedua orang putri saya yang masih belia. Pengalaman yang cukup menarik yang iya rasakan. Saat iya bersekolah di TK Islam salah seorang teman Azkiya (anak pertama, 6 thn) bertanya. “Azkiya orang miskin?” lalu anak saya menjawab sembari membela diri. “Tidak kami tidak orang miskin. Ayah saya dosen di UNRI (sekarang disingkat UR). Tiap hari kami makan enak. Makan telur. Ayam goreng. Goreng Maco. Rendang kerbau. Tau tidak? ayah selalu mengajak ke kaca mayang atau alam mayang. Ayah selalu mengunjungi nenek pakai mobil kami” belanya dengan sengit.

Iya ceritakan pengalaman waktu di sekolah ke kami berdua bersuami istri. Ibunya memandang ke saya. Saya diam sambil tersenyum dan di dalam hati ketawa kecil. Ternyata anak saya sudah dewasa dan bisa membela diri walaupun berdasarkan apa yang ia rasakan di rumah. Walaupun miskin dan kaya ia ukur dari makanan dan kendaraan yang sebenarnya tidak seberapa jika dibandingkan dengan lain. Namun bukan itu poin yang ingin saya tulis. Akhirnya, tahulah saya bahwa banyak acara di TV yang menayangkan orang berjilbab yang banyak minta sedakah. Di lampu lalu lintas SKA pekanbaru pun demikian. Banyak yang melakukan hal sama.

Dari acara itulah dan dari kejadian di jalanan itu pun jua nampaknya teman si Azkiya menyimpulkan bahwa kami orang miskin harta karena Azkiya pakai jilbab dan satu satunya (waktu itu) siswa, di TK Islam ditempat iya kami sekolahkan, hanya iya yang memakai jilbab.

Duhai anak anakku. Kita ini, ayah dan ibu kalian menganjurkan dirimu berjilbab bukan karena kita miskin namun karena itulah yang terbaik buat kita dan itulah yang dianjurkan. Sejak kecil, dan engkau masih bayi sekali, bahkan engkau belum bisa berucap yang bisa kami mengerti, ibumu lah perempuan yang selalu rewel untuk memasangkan jilbab jika hendak pergi, walau yang lain mengatakan tak usah dipasangkan, dan bukankah kamu masih bayi? Ayah dan ibumu berusaha agar hal baik itu ditumbuhkan dari awal anaku. Sehingga kelak setelah kalian dewasa akan terbiasa dan tidak canggung.

Anak anaku ayah jadi ingat pesan petinju legendaris Muhammad Ali kepada putri putri beliau. Beliau katakan bahwa sesuatu yang berharga biasanya terpedam dan tertutup sangat jauh di dasar sana. Emas harus ditambang dulu di dasar tanah. Minyak juga demikian. Intan, mutiara dan zamrud pun terpendam dalam samudra karena ia sangat berharga. Untuk medapatkannya harus ditambang dan digali dengan benar dan dengan usaha yang tekun.

Diakhir pesannya beliau mengatakan kepada anak anak perempuanya. “bahwa kalian para perempuan ini lebih berharga dari itu semua, emas, mutiara, zamrud, minyak dan benda terpendam lainya. Karena itu sudah selayaknya kalian juga memendam dan menutup rapat hal hal yang berharga dalam diri kita dengan pakaian yang bisa menutup yang tak boleh diperlihatkan”

Semoga engaku menjadi putra putriku yang sholih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s