Minat baca?

Hari ini kembali merenungi masa lalu. Teringat dengan betapa ayah saya sangat rajin membaca. Banyak buku yang ia baca dan rata rata buku yang ia baca adalah buku agama dan beberapa majalah politik.

Sekilas saya lihat ada beberapa catatan terselip di antara halaman buku. Ada juga secarik kertas ataupun benda lainnya sebagai penanda bahwa beliau sudah membaca halaman tersebut. Terkadang untuk halaman yang sama sudah ditandai lebih dari sekali mungkin karena beliau sudah membacanya berulang kali.

Hari ini mendapatkan informasi dari sumber bacaan tidaklah sesusah dulu. Kalau dulu beliau baru bisa membeli buku saat ia berkunjung ke Pekanbaru atau ada buku kawan beliau yang beliau pinjam. Namun minat baca itu tak pernah hilang bahkan sampai menjelang ajal beliau. Teringat seminggu sebelum beliau masuk rumah sakit beliau mengunjungi saya sekeluarga berhubung saya akan pergi lama ke UNSRI palembang untuk mendapatkan pelatihan bahasa inggris. Maka bermalamlah beliau di Pekanbaru dan nampak senang dengan anak dan cucu cucunya (waktu itu baru ada Azkiya dan Syafiq, Oktober 2010). Keesokannya beliau pulang dan membawa oleh oleh buku yang belum sempat saya baca. Saya beli waktu mampir di Bandung di jalan Gelap Nyawang sekitar masjid Salman ITB. Maalim fi tharriq judul buku itu.

Menjelang genap seminggu saya tinggal di Palembang saya mendapat kabar dari adik bahwa ayah dalam keadaan sakit. Amak tak memberitahu karena ia takut mengganggu pelatihan, begitu yang disampaikan adik. Jumat malam mendapat kabar, Sabtu sore saya beli tiket dan Ahad subuh saya berangkat dari Bandara di Palembang, singgah di Batam dan sampai di Pekanbaru. Lalu secepat kilat menuju superben yang mengantarkan ke Rumah Sakit Bangkinang. Hanya semalam di RS Bangkinang dan Senen pagi beliau kami bawa ke RS Pekanbaru. Di sinilah beliau menemui sang maha memiliki setelah dirawat selama 26 hari. Saya tak kembali ke Palembang dan menemani beliau sehingga ajalnya bersama amak , adik dan handai taulan yang lainya.

Begitu minat baca beliau. Sekarang sumber bacaan sangat banyak. Baik dari internet maupun dari ebook yang memang dapat diperoleh dengan mudah baik dibeli online maupun digratiskan. Pertanyaanya sudah seberapa banyakah sumber ilmu tersebut kita baca?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s