Sampah dalam diri

Dulunya saya berkantor di Lab dan terkadang juga melaksanakan teaching activities di lab. Lab masih kekurangan tenaga kebersihan. Memang ada dipekerjakan satu orang namun untuk membersihkan ruangan sebesar dan sebanyak itu rasanya dia tak akan bisa menyelesaikan sendirian. Jadilah beberapa lab yang tak terkena jamah oleh petugas kebersihan ini.

Beruntung saya memilik rekan yang mengerti dengan kebersihan. Mahasiswa TA dan dosen di lab sama sama menjaga kebersihan. Memang salah satu himbauan ke mahasiswa yang mengerjakan TA di lab salah satunya menaati peraturan lab dan turut aktip menjaga kebersihan lab. Imbal baliknya mereka bisa memanfaatkan semua yang ada di lab. Peralatan, akses internet, minum, peralatan masak air. Walaupun ada beberapa yang tak begitu aktip namun setidaknya mereka tikak membuat sampah. Ini yang saya senangi tak aktip tak recok. Kedudukan 0-0.

Saya selalu menekankan kepada diri saya pribadi bahwa tanpa sadar mungkin saya dan kita ini adalah bagian dari sampah itu sendiri. Sudah selayaknya sampah dari diri kita dihilangkan. Kalau tidak Indonesia yang dihuni oleh ratusan juta jiwa ini akan memenuhi negara ini dengan sampah. Sampah dalam artian tingkah dan pola kita. Tak taat aturan, doyan maling, saling tuding, memaki dan mencaci, buruk sangka, tak senang melihat orang senang dan senang melihat orang susah, menelikung dari belakang adalah perbuatan sampah yang acap menemani kehidupan kita.

Ayo bantu bersihkan sampah dari diri saya. Mohon maaf khilaf dan salah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s