Menyantap Durian Kampar

Sekarang di kampung halaman saya, di kabupaten Kampar sedang musim durian. Konon durian yang berasal dari kabupaten ini termasuk durian yang memiliki cita rasa yang sangat lezat. Banyak cara orang menikmati durian ini.

Bagi ibu-ibu, biasanya mereka membuat gulai durian. Bumbu gulai durian ini sama saja dengan bumbu gulai lainya (gulai daun ubi, gulai kacang, gulai terong) yaitu menggunakan santan kelapa serta bumbu dapur lainya sebagai kuah gulainya. Durian yang digunakan untuk digulai adalah durian mentah, namun sudah tua bahkan durian yang mengkal (mancimpu) pun sangat lezat untuk digulai.

Cara kedua menikmati durian, yaitu dengan melahap durian tersebut. Daging buahnya yang lezat langsung disantap. Namun harus waspada karena bisa menyebabkan efek samping kalau makan berlebihan. Selain itu orang Kampar memiliki kebiasaan tersendiri untuk menghilangkan aroma sendawa (sondo) yang cukup mengganggu tersebut dengan cari meminum air putuh yang dituangkan di kulit (ruang) durian tersebut. Saya tidak tahu apa kaitan minum dengan cara tersebut sehingga dapat menghilangkan sendawa.

Cara makan durian yang ketiga terbilang istimewa, yaitu makan durian dengan kombinasi nasi ketan (pulut) ataupun lemang (juga terbuat dari beras ketan). Kedua jajanan (makan kawah) ini cukup mudah untuk diperoleh. Ketan bisa dimasak seperti menanak nasi biasa sedangkan lemang bisa didapatkan di setiap pasar yang ada di negeri-negeri Kampar (di Kuok, Bangkinang, Air Tiris, Rumbio, pasar Kampar, Danau Bingkuang dan di pasar-pasar daerah Kampar Kiri).

Cara terakhir menyantap durian yaitu dengan mengubah durian menjadi asam durian. Daging durian dipisah dari bijinya kemudian diaduk rata lalu didiamkan beberapa hari dalam wadah tertutup maka jadilah asam durian (daerah lain menyebutnya dengan Tempoyak). Asam durian ini sangat lezat apabila dicampur dengan sambal lado menjadikan aroma sambal lado berasa durian. Bahkan ada yang menjadikan asam durian ini sebagai bumbu tambahan untuk gulai sayur, dll. Sekarang terserah anda ingin menikmati durian dengan cara apa. Sediakan uang, meluncur ke Kampar dan bersiap untuk wisata kuliner durian di Negeri serambi Makkah-nya Riau ini.

4 thoughts on “Menyantap Durian Kampar

  1. halo mas, salam knal dr ssama civitas akademika Unsri…….
    sajian khas opung saya adalah gulai pakis dan durian mengkal dengan ebi/udang kering tawar berukuran besar dengan kuah yg sgt pedas……
    Mantap!!!!!
    rasa gurih ebi plus rasa manis dr durian mengkal berpadu dengan tekstur pakis yg crunchy dalam balutan kuah gulai yg pedaaas……

    • @Dedy: salam kenal juga…wah enak kedengarannya…kombinasi durian mengkal dengan pakis memang belum pernah saya cicipi namun nampaknya terasa enak…mudahan suatu waktu bisa merasakannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s