Berenang Bermain dan Menantang sungai Kampar

Sejak umur 5 tahun saya sudah bisa berenang. Tidak ada yang mengajari. Biasanya orang-orang di pinggiran sungai Kampar belajar berenang secara alami. Saat air sungai Kampar surut (biasanya musim kemarau) adalah waktu yang tepat untuk belajar berenang. Permukaan air sungai yang setinggi dada membuat saya lebih mudah untuk belajar berenang dan ditambah lagi dorongan teman-teman sebaya yang sudah duluan bisa berenang.

Saat bisa berenang adalah saat yang membahagiakan. Frekeuensi mengunjung sungai Kampar pun menjadi bertambah. Kalau sebelumnya hanya pagi dan sore saja, sekarang bisa menjadi 4-5 kali seharinya. Jadwalnya tidak menentu. Terkadang berangkat dan pulang sekolah dan sebelum dan sesudah bermain.

Permainan disungai cukup banyak dan membahagiakan. Perang air, sadundo (gulat di tepian tebing sungai yang berlumpur dengan ketinggian tebing 2-5 m untuk menjatuhkan lawan ke dalam sungai), berpacu berenang ke seberang, menahan napas (menyelam selama mungkin) dan banyak lainnya.

Dari sekian banyak permainan tersebut ada sebuah permainan aneh dan menantang. Alkisah sebuah batang besar yang terendam di dasar sungai ternyata memiliki ketahanan khusus. Dalam waktu lama, batang tersebut perlahan akan terurai pada bagian dalamnya sedangkan bagian luarnya bertambah kuat. Lama kelamaan batang ini akan berlobang dan menjadi bentuk seolah seperti pipa besar yang panjang. Inilah tantangan yang tidak bisa dilupakan. Kami mengambil ancang-ancang untuk bernafas secara dalam lalu menyelam ke dasar sungai dimana batang yang berlobang tersebut sudah menunggu. Kepala diarahkan ke lobang tersebut yang diameternya hanya cukup untuk satu badan mungilku. Meliukan badan seperti belut berusaha untuk mencapai bahagian ujung dari batang tersebut dan kembali menuju permukaan sungai dengan secepat mungkin. Kalau tidak cepat maka akan kehabisan napas. Kalau tidak konsentrasi makan akan terjepit didalam lobang tersebut. Maka muncullah kisah batang makan orang. Alhamdulillah diantara kami yang telah mencoba untuk masuk ke batang tersebut tidak satupun yang terjepit walau diamaternya sempit dan panjang batang cukup panjang (kl 10 meter).

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s