Kebiasaan Buruk

Satu hal yang saya sedang berusaha untuk menghindarinya adalah menimbrung sebuah pembicaraan (resmi, tidak resmi, warung kopi, diskusi di milist, dll) yang saya didalamnya tidak diundang. Hal ini terasa sulit bagi saya. Mungkin karena saya mempunyai rasa ingin tahu yang begitu menggebu sehingga sangat tertarik untuk menimbrung. Ada beberapa kerugian yang mungkin menjadi dampak dari kebiasaan tersebut. Pertama, si punya hajatan (diskusi) merasa tidak mengundang kita dan tentunya ia berhak untuk memberikan prosi perhatian yang kurang terhadap apa yang kita ucapkan. Kedua, bisa jadi kita tidak menguasai topik yang sedang dibicarakan. Apabila hal ini terjadi, orang lain akan mudah mengcap kita dengan sebutan yang tidak mengenakan. Akhirnya, setelah saya menimbang beberapa dampak merugikan yang bakal saya dapat dari kebiasaan ini, maka keputusan yang terbaik adalah 1. Untuk menghentikan kebiasaan tersebut. 2. Menjawab sesuatu sesuai dengan pertanyaan 2. Hanya mendatangi hajatan yang memang kita diundang 2. Mempersiapkan bekal apabila diundang dalam forum yang tidak sebidang dengan kita dengan berbagai wawasan. 3. Tentunya menyampaikan sesuatu dengan kebenaranya bukan karena kita pandai bermanis mulut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s