Ongkiong dan Kopuok Lumbung Padi Anti Tikus di Kampar

Courtesy of Iswadi HR: Ongkiong

 

Orang Kampar, Riau (Indonesia) mempunyai dua cara untuk menyimpan hasil panen padinya. Pertama, disimpan secara outdoor pada sebuah ongkiong (lumbung) padi dan kedua, disimpan secara indoor pada sebuah kopuok yang diletakan di atas salang (Eng:Ceiling, Ind: Loteng). Ongkiong adalah sebuah bangunan sederhana (gambar atas), yang dapat menampung padi yang cukup untuk persediaan sebuah keluarga (biasanya 5-7 orang) untuk 6-12 bulan ke depan (sampai panen tahun depan). Arsitekturnya juga sangat sederhana, namun agak unik. Ongkiong berdiri pada 4 tiang utama (biasanya dari kayu kulim yang sangat tahan), dinding terbuat dari anyaman bambu yang agak rebah/miring keluar dan diatapi dengan seng (dulunya juga pakai ijuk) yang bergaya lontiok (lentik/lengkung). 4 buah sondi (pondasi) yang terbuat dari cor-an beton merupakan alas/kedudukan 4 buah tiang tersebut. Dengan adanya sondi tersebut maka tiang tidak terhubung langsung dengan tanah, dengan demikian ia tidak akan cepat lapuk. Pada prakteknya dengan penggunaan ongkiong ini sekaligus menjamin keamanan dari jarahan tikus. Metodenya sangat sederhana. Tiang-tiang tersebut selalu diolesi dengan salender (oli bekas yang hitam pekat) untuk mencegah ia berlumut dan dimakan rayap dan sekaligus membuat tikus tergelincir saat mencoba untuk menggapai masuk ke ruang ongkiong melalui salah satu 4 buah tiang tersebut. Dan juga menggunakan lembaran seng yang dibalutkan ke tiang-tiang untuk menghasilkan efek licin.

 

Kopuok, sebuah wadah yang cukup besar yang terbuat dari kayu. Bentuknya silinder (tabung atau genting anggur di luar negeri) dengan diameter yang cukup besar 2-3 meter sehingga daya tampungnya hampir sama dengan sebuah ongkiong. Di letakan di atas salang, dengan demikian karena suhu salang yang relatif hangat maka mencegah padi untuk membusuk. Penyimpanan padi di Kopuok bisa mencapai tahunan. Tikus pun tidak akan bisa masuok ke Kopuok karena dindingnya juga licin setelah di ketam dengan sangat halus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s