Orangtua tentu Menyayangi Kita dan kita???

Sewaktu saya sedang belajar di LBI UI Salemba saya mendapatkan panggilan tak terjawab. Ternyata panggilan dari Ibunda saya. Berarti beliau sudah sampai di tanah air, setelah beliau melaksanakan umrah selama 11 hari. Saat itu break ke-2. Tepatnya pukul 12 kurang. Saya minta izin ke intsruktur untuk meninggalkan kelas lebih awal. Tentu diizinkan. Karena saya mempunyai hak untuk tidak mengikuti pelatihan sebanyak 15% dari total pertemuan pelatihan tersebut.

Sesampai di cengkareng saya langsung menuju terminal 2F. Maskapai garuda yang akan memberangkan rombongan beliau dari cengkareng ke Pekanbaru. Saat saya sampai di hadapanya, beliau menyambut saya. Ciuman bertubi-tubi di kiri dan kanan dan ia memeluk saya seolah-olah sudah lama tak bersua.

Setelah makan siang di bandara beliau pun menuju ruang tunggu dan sebelum meninggalkan saya (karena saya harus kembali ke UI Salemba) beliau menyelipkan selembar uang kertas 20 riyal saudi arabia. Entah untuk oleh-oleh ataukah karena wujud kasih sayang para orang tua pada anaknya.

Zahirnya seorang anak yang sudah berkeluarga dan memiliki pekerjaan yang “mapan” tentulah si anak tersebut tidak keberatan terkait keuangan. Namun orang tua, tentunya karena kasih sayang mereka, tetap merasakan bahwa kita anak-anaknya adalah anak mereka yang harus disayangi, mungkin sampai akhir hayatnya. Jangan sebaliknya, kita selaku anak, malah lupa bahwa status ibu dan ayah adalah orang tua kita. Bukan disuruh-suruh laiknya pembantu (ngalantur pula aku).

 

One thought on “Orangtua tentu Menyayangi Kita dan kita???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s