Pustaka Online

Kemarin saya iseng mengunjungi situs Teknik Elektro UNDIP semarang, kemudian saya coba masuk ke penghubung (link) situs perpustakaan jurusan teknik elektro FT UNDIP semarang tempat saya menamatkan Sarjana Teknik. Ternyata skripsi yang saya tulis sudah di data basis kan oleh situs perpustakaan TE UNDIP. Dan bisa diakses dari luar. Ini akses ke skripsi saya http://lib.elektro.ft.undip.ac.id/katalog_skripsi.php?code=77201062 .

Dengan kemajuan di bidang TI yang semakin pesat, nampaknya perpustakaan yang ada di UNRI pun harus mulai berbenah. Baik itu perpustakaan tingkat Universitas, Fakultas maupun Jurusan. Saya tidak tahu sampai dimana kemajuan perpustakaan yang ada di UNRI Karena saya jarang berkunjung langsung. Namun sebelum menuju ke situs perpustakaan, menurut saya orang akan melihat situs Univ, Fak atau jurusannya dulu. Kalau situs-2 tersebut sudah bagus maka baru orang tertarik untuk lihat situs lainnya yang terkait (seperti perpusatakaan misalnya).

Hal positipnya adalah bahwa orang tahu bahwa si anu atau si ana pernah kuliah di univ A, misalkan. Hal ini dapat dibuktikan dari data basis abstrak skripsi yang ada di situs perpustakaan. Jadi tak akan ada lagi orang yang berani-berani pernah mengaku kuliah seperti yang banyak terjadi pada beberapa CALEG kita. Kalau pernah kuliah ada gak data basis skripsinya yang tersimpan di perpustakaan. Kalau tak ada berarti tak pernah kuliah??? (mungkin kriteria ini bisa diterapkan untuk proses verifikasi…kali)

3 thoughts on “Pustaka Online

  1. “melihat foto (DSC00753) saya jadi teringat dengan rumah saya di kampung, …… Ada sedikit yang ingin saya tanyakan bung….sungainya kan lumayan lebar…apa tidak dimungkinkan untuk dibuat PLTA sekalian seperti yang ada di PLTA koto panjang?”

    Bung Is…
    Menjadi orang kampung itu bagi saya nikmat. Bisa cerita tentang mandi di sungai, menjala ikan, belajar mengaji, membaca dengan lampu petromax, dll.

    Dulu JICA pernah melakukan survei tentang potensi hydro-power dari sungai-sungai di Riau. Hampir 1 GW (8 x PLTA Koto Panjang) bisa dihasilkan dari sungai-sungai di Riau. Hasil penelitian tsb. sangat sering disebut-sebut di Riau. Tapi sayang, kita tidak pernah tahu apakah JICA membuat estimasi dengan asumsi membuat PLTA atau mikro-hydro. Padahal informasi tersebut sangat penting.

    Menjawab pertanyaan bung Is, saya berpendapat bahwa PLTA tidak mungkin dibangun di sungai-sungai di Riau. Alasannya adalah karena membangun PLTA berarti men-dam sungai-sungai tersebut, dan ini sangat kecil kemungkinannya dengan alasan:
    1. Semua sungai di Riau memiliki topografi landai. Jika di-dam, berarti bagian hilir bendungan mesti lebih rendah (paling tidak 20 m) dibanding permukaan bendungan. Lokasi seperti ini setahu saya tidak ada di 4 sungai-sungai besar di Riau.
    2. Jika di-dam, berati akan ada waduk ukuran besar sekaligus membiarkan sebagian kawasan digenangi air. Hal ini akan memaksa sebagin penduduk pindah. Masalah sosial akan timbul dan tantangan teman-teman LSM sulit dibendung. Kasus relokasi penduduk sekitar PLTA Koto Panjang hingga kini belum usai, karena pemindahan penduduk rupanya membuat penduduk rugi secara ekonomi.
    3. Selain itu, bagai orang Riau, Sungai adalah Hidup itu sendiri. Memisahkan orang Riau dari sungai berarti mencerabut akar budaya mereka sejak dulu. Masalah budaya ini sulit dihadapi dan teman-teman budayawan akan berteriak.
    4. Mengganggu kehidupan ikan dan mahluk hidup lain di sungai.
    5. Merugikan pertanian di hilir bendungan karena mengurangi kesuburan tanah.

    Memang PLTA menarik, tapi masalah-masalah di atas terlalu berat. Menurut saya, jika kita ingin sungai-sungai ini tidak “mengangur,” tapi memberikan energi bagi masyarakat, pilihan yang menarik bukan concentrated hydro-power plants tapi distributed micro-hydro plants.

    Dengan mikrohidro-mikrohidro ukuran kecil (tapi jumlahnya banyak) yang dipasang di dekat kampung-kampung pinggir sungi, tidak perlu dam dan tidak ada orang yang digusur. Sehingga masalah teknis, budaya, perikanan, dan pertanian di atas tidak muncul.

    Begitu pendapat saya bung. Mohon pencerahannya.

  2. Tentang pustaka Online.

    Bung mungkin sudah tahu info ini. Perpustakaan Nasional di Jakarta telah membeli database jurnal internasional yang bernama ProQuest. ProQuest berisi ratusan jurnal ilmiah internasional, dan setiap jurnal berisi ratusan bahkan ribuan artikel. Jurnal-jurnal yang ada di ProQuest mulai dari ilmu sosial, budaya, seni, hingga sains dan teknologi.

    Saya punya user name dan passwordnya. Jika bung Is belum punya, silahkan email saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s