Pemilihan dekan FT UNRI

Beberapa hari yang lalu saya mengikuti sosialisasi pemilihan dekan FT UNRI. Kehadiran saya bukan karena ingin mencalonkan diri untuk menjadi dekan tapi dikarenakan ruang sosialisasi yang masih kosong padahal jam 10.00 pada jadwal yang ditetapkan oleh panitia sudah lama terlewati. Tidak ingin membuat panitia khusus pemilihan dekan kecewa, maka saya sempatkan diri untuk hadir. Menjelang jam 11.30 acara sosialisasipun dimulai. Tentunya dengan kehadiran orang yang sangat sedikit. Bayangkan waktu acara dimulai, dosen untuk “mewakili” 1 prodi pun belum terpenuhi.

Menurut saya, untuk mengerjakan sesuatu (menduduki jabatan dekan misalnya) setidaknya kita harus memiliki 2 hal. Pertama kemauan dan kedua Kemampuan.

Dari list nama yang direkap oleh pansus pemide ada beberapa nama yang layak dijadikan balon dekan berdasarkan syarat yang ditetapkan (a.l. Fungsional minimal lector kepala). Dari nama-nama balon tersebut muncul pertanyaan??? Apakah mereka mau dijadikan balon dekan. Kalau jawabannya tidak mau, maka hal kedua tidak perlu dipertanyakan lagi. Namun bila jawabannya mau, maka yang perlu ditanyakan adalah apakah dia/ia mampu untuk melaksanakan tugas tersebut.

Akhirnya, memiliki kemampuan tapi tidak ada kemauan artinya pengecut. Ada kemauan tetapi tidak ada kemampuan artinya nekad. Yang baik adalah memiliki kemauan (ambisius) dan mempunyai kemampuan (kapabel). Mudahan kita mendapatkan pemimpin yang mempunya setidaknya 2 hal tesebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s