Tak haji…tak wisuda

Tulisan ini saya tulis dalam rangka saya masih dalam sukacita…karena saya telah melaksanakan wisuda magister di ITB pada tanggal 21 juli kemarin. Yang membuat saya bersukacita karena bisa lulus sesuai dengan waktu yang ditargetkan oleh beasiswa dikti (4 semester) dengan demikian saya tak perlu lagi menambah duit ekstra untuk bayar SPP semester tambahan.

Waktu saya sekolah di SMA 1 Pekanbaru (1994-1997), tiap tahun saya selalu disuguhi pemandangan rutin. Yaitu pemandangan saat keberangkatan jemaah haji dari Riau. Sudah lazim sebelum jemaah diberangkatkan ke bandara simpang tiga (waktu itu) terlebih dahulu CJH dikumpul di masjid agung an-nur (MAA). Sudah barang tentu saat CJH tersebut dikumpul, maka jalan2 di sekitar MAA terjadi kemacetan total…bahkan kemacetan tidak hanya terasa di jalan sultan syarif Qasim (SSQ…bukan SSK loh) yang di depan SMA 1 saja, namun sampai ke jalan hang tuah bawah dan Soetomo.Kemacetan ini terlebih diakibatkan banyaknya pengantar yang mengiringi CJH khususnya CJH dari kampar. Sudah menjadi kebiasaan orang kampar: hanya untuk mengantar 1 orang CJH mereka bisa menyewa 3-5 buah angkutan untuk transfortasi para pengantar. Artinya 1 orang CJH akan diantar oleh paling sedikitnya 25 orang.

Kebiasaan ini berlanjut saat acara wisudahan.lihatlah…saat acara wisuda UIN…pasti akan ramai. Karena sejumlah besar mahasiswa UIN berasal dari Kampar mungkin karena banyaknya mahasiswa asal kampar ini maka nama IAIN SUSQA diganti menjadi UIN SUSKA (khuSUS KAmpar….he)…untuk 1 orang wisudawan bisa dihadiri oleh 5-10 orang keluarga. Suatu jumlah yang cukup besar. Namun kebiasaan mengantar haji dan menghadiri acara wisuda itu sebeneranya adalah merupakan wujud syukur mereka..tanpa ada persaan riya karena ada keluarga mereka yang naik haji atau telah menjadi sarjana,dsb.

Karena saya adalah orang kampar..maka kebiasan ini juga sering saya alami. setidaknya saya pernah mengantar keluarga (orang tua, sepupu,ipar)ke MAA saat mereka menunaikan ibadah haji.

Saat saya diwisuda sarjana di UNDIP semarang pada tahun 2002…keluarga yang menghadiri wisuda saya sebanyak 4 orang. 2 orang tua, 1 adik, 1 kakak.Jumlah ini akan bertambah jika jarak semarang dan pekanbaru dekat. Ternyata duit bisa menghalangi kebiasaan masyarakat yach.

Saat wisuda ITB 21 juli 2007 kemarin, keluarga yang menghadiri sebanyak 11 orang. 2 orang tua, 1 istri, 1 anak, 2 mertua, 2 kakak, 1 adik, 2 keponakan. Sebenarnya jumlah ini akan lebih banyak lagi jika kelurga saya yang di jakarta jadi hadir (kl 15 orang).

Ternyata orang kampar tak haji tak wisuda tetap ramai…

6 thoughts on “Tak haji…tak wisuda

  1. Terimakasih Pak M Iwan F (mudahan gak salah eja)
    Belum ada rencana pak. Karena belum ada biaya.Gak lama kok. Insyaallah Awal agustus 2007 sudah di TE UNRI lagi
    Kangen main pingpong di lab.proteksi dan tegangan menengah (lab pak edy hamdani) dan pengen main bola lagi…he2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s