Memanfaatkan OSF untuk sarana publikasi Anda

Oktober 2017 dan Desember 2017 lalu saya memasukan 3 buah konferensi nasional di Aceh (sebagai co-author) dan di Pekanbaru (sebagai co-author). Konferensi ini masih bersifat konvensional di mana publikasi conference papernya masih berupa print out prosiding sehingga kecil kemungkinan pembaca lain akan mengaksesnya jika tidak ikut konferensi tersebut atau tidak memiliki print out kumpulan prosidingnya.

Namun dengan begitu banyaknya media online yang menyediakan ruang untuk meletakkan paper kita tersebut sekarang membuatnya menjadi mudah untuk diakses orang pembaca lain. Saya menggunakan OSF ini untuk membagi paper saya yan tidak diterbitkan dalam prosiding atau masih dalam prosiding namun berbentuk print out. Linknya dapat diakses di sini: https://osf.io/?goodbye=true

Tampilan website OSF seperti pada gambar di bawah ini.

 

OSF tidak hanya menawarkan ruang untuk berbagi file publikasi namun juga bisa mengenerate DOI untuk publikasi kita yang belum memiliki DOI. Keunggulan lain dari OSF ini adalah prosesnya sangat cepat. Hanya kurang dari 3 hari, publikasi yang diupload akan terindeks oleh google scholar dan selanjutnya bisa anda tambahkan di google scholar profile anda. DOI juga bisa digenerate serta merta.

Screen shoot di bawah ini menunjukan 2 buah publikasi saya (rangkaian listrik dan analisis kalibrasi) yang sudah terindeks oleh google scholar dan bisa di add pada google scholar profile saya dalam waktu kurang dari 3 hari sejak dua file tersebut diupload pada OSF.

Selamat mencoba.

 

Advertisements

Keunggulan menjalani program magister setelah mendapatkan ijazah sarjana

Senang juga hati saya bahwa beberapa mahasiswa yang sudah saya bimbing sudah lulus sesuai lama waktu yang diperkirakan (yaitu: melebihi satu tahun). Saya tak akan berani mengklaim bahwa keberhasilan mahasiswa adalah andil saya karena skripsi hanyalah 4 sks dari 148 sks yang harus diselesaikan untuk menjadi seorang sarjana teknik elektro.

Tak banyak nasihat yang dapat saya sampaikan kecuali saran berupa segelintir pengalaman yang pernah saya lalui. Saya kebetulan seorang yang cukup serius saat menekunin sesuatu. Walaupun dalam tahap belajar, saya sudah berkecimpung menjadi asisten laboratorium di jurusan teknik elektro Undip sejak semester 5 sampai saya tamat di Undip. Pengalaman ini menjadi bekal bagi saya saat diterima menjadi dosen di Unri dan cukup membantu proses belajar dan mengajar baik pertemuan di kelas maupun praktikum di laboratorium.

Seorang mahasiswa sebaiknya harus serius saat menekuni sesuatu, karena keseriusan tersebut akan membuat si mahasiswa menjadi lebih paham akan yang dikerjakan. Kepahamannya itu nanti akan berguna. Saya cukup tekun menemani mahasiswa praktikum di lab mesin mesin listrik Unri sehingga waktu melanjutkan S3 di Queen’s University Belfast saya kebagian menjadi asisten perancangan trafo dan mesin listrik selama 3,5 tahun lamanya.

Jika mahasiswa bertanya, apa yang sebaiknya mereka kerjakan setamat dari program sarjana? Biasanya bagi mahasiswa yang saya lihat memiliki perhatian lebih terhadap perkuliahan maka akan saya sarankan untuk melanjutkan dengan memburu beasiswa. Menjadi mahasiswa juga pekerjaan dan status bukan? Saat ini pemerintah menyediakan begitu banyak beasiswa untuk itu. Lalu, jika berminat melanjutkan ke program magister maka usahakan agar semua syarat terpenuhi, semisal bahasa inggris, nila TPA membuat artikel ringkas dsb.

Melaksanakan program magister akan memberi manfaat jika si mahasiswa ingin melanjutkan program doktoral dengan beberapa keuntungan berikut.

  1. Pada program doktoral mahasiswa akan melaksanakan riset yang panjang, sehingga program magister yang dipadupadankan dengan thesis magister akan membentuk mahasiswa agar terbiasa melaksankan riset.
  2. Jika bidang doktoral yang dipilih memiliki topik besar yang sama dengan program magister yang ditelah ditamatkan, tentu hal ini nakan membantu. Setidaknya hal ini menjadikan si mahasiswa familiar dengan sumber sumber terkait topik tersebut.
  3. Bekal waktu di program magister membuat si mahasiswa memiliki pandangan yang luas sehingga ketika sedang dalam proses pencarian supervisor dan program S3 yang akan dituju akan terasa lebih mudah. Kasus topik A dibimbing oleh supervisor yang tidak memiliki kemampuan tentang A tidak akan terjadi karena si calon mahasiswa sudah selektif diawal melamar sebuah program PhD.

Bagi mahasiswa yang baru lulus, giatlah mencari peluang beasiswa dan program pendidikan yang lebih tinggi (magister dan doktoral) dan saya rasa suatu saat ijazah yang kalian dapat pasti akan berguna, telepas kalian ingin menjadi dosen, birokrat, peneliti maupun bekerja di perusahaan skala nasional dan internasional.

 

 

 

 

Berkunjung ke Hatjai

Pekerjaan di UiTM Perlis sebagai juri usai sudah pada tanggal 25 April nya. Pada tanggal 26 April adalah waktu penutupan dan pengumuman pemenang. Panitia mengabari ke kami bahwa jika ada hal lain yang ingin dikerjakan maka tak perlulah kami hadir pada acara penutupan tersebut. Kenangan dan bersua dengan kolega se profesi menambah wawasan. Saya bersua dengan kolega dari UIR dan UIN Pekanbaru. Tim dari UIR salah satunya prof. Hasan Basri Jumin rektor UIR sebelumnya yang juga bertugas jadi juri. Beliau sudah berkiprah menjadi juri sejak i-IDeA 2016 lalu jadi memiliki pengalaman yang banyak.

Tim UNRI memutuskan untuk menggunakan hari tanggal 26 April 2018 tersebut untuk berkunjung ke Thailand. Untuk menuju ke sana, kami menggunakan taksi dari penginapan kami di hotel putra regency ke stasiun kerata api Arau yang membutuhkan waktu kurang lebih 10-15 menit perjalanan. Jalan raya sangat mulus pun begitu dengan stasiun Arau. Sekilas stasiun di kota kota kecil di Malaysia memiliki rancangan bangun yang mirip dengan stasiun di UK seperti di Irlandia Utara. Suasana stasiun nyaman. Antrain tetap terjaga dan terlebih lagi, harga tiket cukup murah dan kedatangan dan keberangkatan kereta tepat waktu.

Photo: Loket Tiket di Stasiun Arau

Untuk menuju thailand, kami harus berhenti di stasiun padang besar. Harga tiket dari Arau ke Padang besar sebesar 3,2 Malaysia Ringgit dan memerlukan waktu tempuh selama 19 menit. Sesampai di Padang besar kami harus melapor ke imigrasi Malaysia untuk meninggalkan negara malaysia lalu dilanjutkan ke kantor imigrasi thailand untuk memasuki negara thailand. Pendatang yang memasuki thailand diminta untuk membayar sebesar 5 bath namun jika menggunakan ringgit biasanya dibulatkan menjadi 1 ringgit malaysia. Kita akan diberikan kartu ketibaan dan dikartu tersebut akan diminta dituliskan tujuan kunjungan ke thailand. Saya menuliskan one day trip karena pada sorenya saya berencana akan balik ke perlis malaysia.

 

Photo: Stasiun Arau

Setelah paspor dicap di imigrasi thailand perjalanan selanjutnya adalah menuju stasiun angkutan darat yang menggunakan vans dengan penungpang sebanyak 9 orang. Suasana van sangat nyaman dan jalanan sangat mulus mulai dari stasiun van tersebut sampai ke pemberhentian di kota hatjai, thailand. Target kami tim UNRI selanjutnya adalah mencari taksi sewa yang bisa membawa kami keliling kota hatjai, thailand. Akan saya sambung pada tulisan mendatang. Insyaallah.

 

Menjadi juri pada acara i-IDeA di UiTM Perlis, Malaysia

Perjalan saya pada tanggal 24-27 April 2018 ini bermula dari telepon bu Dr. Sofia selaku sekretaris KUI UNRI Pekanbaru. Beliau menyampaikan bahwa UiTM Perlis membutuhkan beberapa orang juri utusan dari UNRI untuk menilai beberapa kompetisi yang dihelat oleh UiTM Perlis. Informasi terkait i-IDeA dapat diperoleh di web ini: http://i-idea.org/

Utusan UNRI yang ditunjuk sebagai juri selain dari saya sendiri adalah Dr. Deni dari Fakultas Perikanan dan Kelautan serta Prof. Ria dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNRi. Beliau berdualah yang banyak membantu sehingga keberangkatan kami dari UNRI menuju UiTM Perlis berjalan lancar. Tentu kerja keras dari pihak KUI UNRI sangat berperan dalam hal ini.

Photo: Saya, Prof. Ria dan Dr. Deni

Kegiatan jadi juri berlangsung pada tanggal 25 April sedangkan penutupan dan pengumuman juara i-IDeA dilangsungkan pada 26 April. Saya kebagian menjadi juri dari sesi pagi dan sesi siang. Sesi pagi dimulai pada jam 09.30 dan saya diberikan 4 buah borang yang akan menilai 4 buah produk inovasi dari 4 tim penelitia/industri/mahasiswa. Sedangkan pada sesi siang yang dimulai dari jam 14.30 waktu Malaysia tersebut saya juga mendapatkan 4 buah produk buah karya dari 4 tim yang akan dinilai. Tiap tiap produk akan dinilai orang 4 orang juri yang bekerja secara terpisah (namun ada juga yang bekerja berkelompok dimana ke 4 orang juri langsung menilai 1 produk secara bersamaan). Saat penilaian produk, bahasa yang digunakan adalah bahasa inggris terkadang diselipkan dengan bahasa melayu. Saya sendiri lebih suka jika menggunakan bahasa inggris sembari melatih kembali lidah ini karena sudah 2 tahun meninggalkan tanah irlandia utara.

Photo: mejeng di depan backdrop i-IDeA 2018 UiTM Perlis Malaysia.

Photo: Suasana Lomba

Photo: Suasana Lomba

Photo: Suasana Lomba

Debar di Danau Kembar

Setelah singgah di perkebunan teh di Alahan Panjang, perjalanan kami pada hari ahad 24 Desember 2017 tersebut lalu kami lanjutkan ke danau kembar. Dua buah danau yang membuat jantung berdebar karena keindahannya. Rute kami seperti ditunjukan pada Gambar 1 di bawah ini. Tak terlalu jauh jarak dari perkebunan teh menuju danau ini. Ditambah lagi jalan yang mulus dan kepadatan yang rendah. Sebenarnya jalur ini adalah jalur lintas ke muara labuh lalu bisa membawa kita ke Kerinci Propinsi Jambi. Di kerinci inilah akan kita temukan sebuah gunung yang bernama kerinci yang merupakan gunung tertinggi di pulau sumatera.

Figure 1. Rute dari kebun teh alahan panjang menuju danau kembar.

 

Danau kembar ini bernama danau di atas dan danau di bawah. Danau di atas dinamakan demikian karena permukaan air danaunya (terhadapa permukaan laut) lebih tinggi dibandingkan danau di bawah. Walaupun secara topografi seolah olah danau di bawah berada pada permukaan tanah lebih tinggi sedangkan danau di atas berada pada permukaan tanah lebih rendah. Hal ini di karenakan pada danau di bawah air danaunya jauh di bawah lembah danau sedangkan pada danau di atas air danaunya hampir sejajar dengan tepian danau.

Berikut beberapa Gambar yang sempat saya abadikan di lokasi danau kembar ini.

Figure 2. Berpose sejenak di tepian danau di atas

Figure 3. Anak anak mandi di tepian bernama pasir panjang di danau di atas

Figure 4. Masjid nan bersih di daerah danau di atas

Figure 5. Panorama danau di atas

Figure 6. Panorama danau di bawah

Demikian sedikit ulasan tentang kunjungan kami di danau kembar ini.

 

 

 

Teh Membentang di Alahan Panjang

Setelah melepaskan lelah di penginapan di Danau Singkarak, maka pada Ahad 24 Desember 2017 Kami bertolak menuju Alahan Panjang. Alahan panjang adalah lokasi dingin yang berada di Lembah Gumanti-Solok.

Gambar di bawah ini menunjukan rute yang kami tempuh untuk mencapai alahan panjang.

Figure 1 Rute Singkarak ke Alahan Panjang

Secara garis besar waktu yang diperlukan dari singkarak adalah kurang dari 2 jam. Apa istimewanya Alahan Panjang? Salah satu atraksi yang mempesona adalah hambaran dan bentangan kebun teh yang menghijau dan sejuk dipandang mata. Ternyata tidak hanya kami yang berkeinginan menuju destinasi ini. Banyak pengunjung lain yang kami jumpai di sana. Cara termudah untuk menikmati bentangan kebun teh di alahan panjang ini adalah, dengan cara memparkir kendaraan kami di tepi jalan persis di pinggir kebun teh tersebut. Tak jauh dari lokasi parkir juga ada banyak pondokan yang menyediakan jagung bakar dan makanan ringan lainnya. Kami tidak sempat mencicipi kelezatan jagung bakar tersebut karena masih kenyang setelah sarapan di kota Solok nya.

Berikut beberapa Gambar yang menggambarkan keindahan dan kehijauan kebun teh nan terbentang di alahan panjang tersebut.

Figure 2 Wefie dengan istri tercinta

Figure 3 Anak anak berpose di bentangan teh di alahan panjang

Figure 4 Berpose dengan anak anak

Figure 5 Kebun teh hijau terbentang

Awan Berarak di Danau Singkarak

Perjalan kami sekeluarga cukup panjang. Dimulai sejak Sabtu tanggal 23 Desember sampai dengan Selasa 26 Desember 2017. Tujuan kami adalah propinsi tetangga, Sumatera Barat. Secara garis besar, tujuan yang kami lalui adalah Kelok 9, Danau Singkarak, kebun teh di Alahan Panjang, Danau Di Atas dan Danau di Bawah (Danau Kembar), Kota Padang, Pantai Caroline Padang, Kota Padang Panjang dan Lembah Harau.

Perjalanan selama 4 hari 3 malam tersebut akan saya tuliskan secara tidak berurutan. Tulisan yang pertama ini akan di mulai dengan Danau Singkarak. Untuk menuju Danau Singkarak, saya melewati jalan utama lintas Riau ke Sumatera Barat. Dari rumah kami di Belfast Shop (Perumnas Unri jalan garuda sakti Pekanbaru), saya singgah 1 kali yaitu di kelok sembilan lalu dilanjutkan ke Danau Singkarak. Gambar di bawah ini menunjukan screenshoot yang saya ambil dari google map untuk menunjukan rute yang kami tempuh.

Secara garis besar, kota yang kami lewati dari Pekanbaru sampai ke Danau Singkarak, antara lain: Pekanbaru, Bangkinang, Kelok 9, Sarilamak, Payakumbuh, Masuk Simpang Piladang, Batusangkar dan akhirnya sampai ke Danau Singkarak.

Danau singkarak merupakan sebuah danau terbesar ke-2 setelah Danau Toba di Sumatera Utara. Awan berarak di Danau Singkarak akhirnya berubah menjadi gerimis yang cukup panjang namun hal tersebut tak menyurutkan saya dan anak anak untuk mandi di airnya yang segar tersebut. Karena hujan yang turun berapa hari berturut turut menyebabkan air danau menjadi naik sehingga tidak banyak lokasi yang dangkal yang tepat untuk berenang bagi anak anak. Kami akhirnya mendapatkan lokasi yang bernama tanjung mutiara. Tiket masuk Rp 5.000 per orang dan sewa ban dalam sebesar Rp 10.000 per buah. Berikut gambar saya dan anak anak saat menikamti segarnya air Danau Singkarak.

Figure 1. Mandi di Danau Singkarak

Figure 2. Berpose sejenak di Pesanggrahan Singkarak.

Perjalanan di Singkarak Kami tutup dengan istirahat malam di sebuah hotel melati yang tak jauh dari pinggir danau. Biaya penginapan sebesar Rp 375.000 termasuk harga yang terjangkau namun sarapan yang diberikan adalah minuman teh atau kopi dipadukan dengan roti bakar sederhana.

 

 

Menaikan H Index pada Google Scholar

Gambar di atas adalah screen shoot profil saya pada Google Scholar. Terlihat pada gambar di atas bahwa H index saya sudah mencapai 2. Semakin tinggi nilai H index seseorang maka diindikasikan bahwa semakin bagus profil kecendiakawan seseorang tersebut. Lalu bagaimana sebenarnya menghitung H index secara gamblang tanpa menggunakan rumus yang susah?

H Indeks adalah jumlah publikasi (n) yang masing masing publikasi tersebut dirujuk sebanyak minimal n kali. Maka dari definisi di atas, H indeks 2 berarti adalah ada 2 buah publikasi yang dirujuk minimal 2 kali. Pada screen shoot di atas saya memiliki 2 buah publikasi yang dirujuk 3 kali dan 7 kali (3 dan 7 > 2).

Artinya jika saya ingin meningkatkan H index Saya dari 2 menjadi 3 maka Saya harus memiliki sebanyak 3 buah publikasi yang sudah dirujuk minimal 3 kali. Agar hal ini bisa terealisasi maka publikasi saya pada tahun 2015 yang masih dirujuk 2 kali harus ditingkatkan menjadi 3 sehingga nantinya ada 3 buah publikasi yang masing masing dirujuk minimal 3 kali yaitu: 7 kali (2007), 3 kali (2015) dan 3 kali (2015).

Katakan jika Anda ingin memiliki H Index yang tinggi seperti yang diperingkatkan oleh Sinta di sini (misal H Index 23) maka anda harus punya 23 publikasi yang masing masing telah dirujuk minal sebanyak 23 kali.

Tentunya usaha yang perlu dilakukan agar publikasi kita dirujuk oleh penulis lain pada publikasi mereka adalah dengan berbagai cara. Pertama menulis publikasi yang sedang trend di bidang kita, kedua berusaha menulis publikasi kita dengan baik dan benar dan mudah dimengerti oleh penulis lain sehingga menggugah mereka merujuk publikasi kita.

Sebenarnya gampang bukan?

Selamat berkarya, biarkan hasilnya bercerita di kemudian hari. Jika publikasi anda belum dirujuk oleh penulis lain maka jangan kecewa dan bersabara sajalah. Bisa jadi suatu saat akan ada yang merujuknya.

Kisah Daun Duek

Orang dapur dan ibu ibu sangat karib dengan batang kayu yang berdaun halus rimbun ini seperti pada gambar di bawah ini. Dau inilah yang menambah cita rasa masakan. Kami menyebutnya daun duek atau daun salam. Ia ditanam oleh ayah berpuluh puluh tahun lampau.


Sudah jamak di kampung bahwa bumbu hasil tanam tanaman seperti ini dan semisalnya kunyit serai dan lengkuas, mereka yang berjiran tetangga tak pernah memperjual belikannya. Cukup dengan kata “minto atau bai” atau minta dan beri. Minto den dau duek ciok…atau saya minta dau salam ciok. Maka dengan sekali anggukan, daun salam itu akan sudah berada di genggaman yang meminta tersebut.

 

Pernah juga orang yang datang hendak membeli untuk dijual lagi ke pasar pasar. Harga tak ditetapkan namun sering kali saya perhatikan satu ikatan besar, amak hanya ditinggalin uang pengganti Rp 5000. Tak ia soalkan dan uang inipun ia sedekahkan lagi ke orang lain atau ke mesjid.

Begitulah daun duek ini sudah menjadi perekat orang berjiran dan bertetangga. Yang perlu kita hindari adalah jika tak bisa menjadi daun duek maka setidaknya janganlah menjadi pengadu domba orang yang sudah baik silaturrrahimnya. Jika masih juga begitu, malulah sama daun duek ini.

Salam dari negeri tua melayu.

Kisah batang durian dan buah kelapa

Ini kelapa di halaman rumah kami di kampung. Sama hal dengan durian kelapapun bertabiat yang sama. Walaupun iklim terjadi pergantian yang diduga penyebab la langke (sudah langka) buah durian khas Kampar tersebut, namun kuat dugaan pula semakin kedekut dan komersial yang punya batang maka semakin sulit durian berbuah. Sedikit sedikit mereka akan bilang “durian kampar mah, makanya mahal kami jual”.


Saya narsis di dekat kelapa yang ditanam oleh Amak (6 Agustus 2017)

 

Pun demikian kelapa. Amak juga menjualnya ke orang orang kampung yang berhajatan besar semisal aqiqahan anak, berhelat nikah kawin dsb. Sebagian ia terima uangnya dan tak kurang dari 1/5 nya ia sedekahkan pula ke yang berhajat. Hasil penjualan kelapa dan buah buah lain yang tumbuh di halaman amak nan luas ini ia jadikan upah untuk orang yang menjual tenaga membersihkan lahan. Sebagian lagi ia jadikan uang daroma (dharma) pengisi bakul/kotak infaq di masjid dan surah di mana amak menjadi jamaah dan sekaligus penimba ilmu di rumah Allah swt. Tersebut.

Lebat jualah hendaknya tanam tanaman amak karena akan memberi manfaar ke khalayak.

Salam dari negeri tua melayu