January 9, 2009

Selamatkan Palestina ….(1000 )

“Selamatkanlah saudara kami bangsa palestina Ya Allah, ya Hayyun Ya Qayyun”

Untuk kesekian kalinya insyaallah hamba tak akan lupa untuk mendoakanmu wahai saudaraku. Walaupun kau nun jauh di sana…namun engkau adalah saudaraku.

January 9, 2009

Selamatkan Palestina (2)

“Selamatkanlah saudara kami bangsa palestina Ya Allah, ya Hayyun Ya Qayyun”

January 9, 2009

Selamatkan Palestina

“Selamatkanlah saudara kami bangsa palestina Ya Allah, ya Hayyun Ya Qayyun”

January 5, 2009

Ilmu dan Hikmah

Adakah yang tahu apa bedanya antara ilmu dan hikmah??? Ada yang mengatakan ilmu lebih cenderung rumit, bertele-tele dan tidak simpel sedangkan hikmah adalah sebaliknya. Ia sederhana saja namun berisi. Karena itulah orang selalu menyebut kata penuh hikmah untuk kata-kata yang berisi dan padat. Biasanya orang yang memiliki ilmu, dalam menyampaikan sesuatu mereka membutuhkan prolog dan terkadang prolog tersebut sangat panjang. Hanya untuk mengatakan suka terhadap wanita, ia menggunakan kata-kata hiperbolis “engkau laksana bulan” , “andai kau bunga tentulah aku adalah tangkainya” dan banyak lagi, yang apabila si wanita itu tak terbiasa dengan kata-kata kiasan seperti itu, niscaya dia tidak akan tahu bahwa ia sedang dipuji dan dicintai oleh si pengucapnya. Namun sebalinya orang yang berhikmah, dia hanya cukup mengatakan tiga kata saja ” Aku cinta Kamu” misalnya, suatu kata yang simpel dan mudah dimengerti dan si wanita tentu akan tahu yang dimaksud.

December 31, 2008

Dosa Kecil

Kadang kita selalu menyepelekan hal yang kecil. Namun apabila dihitung secara kumulatip akan berdampak besar bagi pihak lain. Uang Rp 6.000 dari Rp 30.000.000 sangat kecil hanya 0,02%. Tapi apabila Rp 6.000 berasal dari 220.000 orang akan menjadi 1.3 M. Suatu jumlah yang cukup besar. Apalagi berlangsung dalam beberapa tahun berapa jumlah biaya yang sudah dipungut secara liar???.

Biaya Beban listrik rumah tangga (R1) adalah sebesar Rp 11.00/kVA. Pelanggan 450 VA akan dikenai biaya sebesar (450 VA/1000 VA)* Rp 11.000 adalah Rp 4950. Pelanggan R1/450 VA adalah pelanggan yang dibatasi oleh MCB 2 Ampere. Dengan tegangan untuk rumah tangga sebesar 220 Volt maka daya beban rumah tangga R1 sebenarnya sebesar 2 A*220 V adalah 440VA. Artinya pelanggan R1 sudah membayar sebesar (450-440)VA*Rp.11.000/1.000 VA atau sebesar Rp 110 yang sepatutnya tidak mereka bayar. Bayangkan berapa banyak pelangan R1 dari sabang sampai merauke jutaan pelanggan lebih barangkalai. Silahkan cek rupiahnya Rp 110 * Jutaan lebih * 12 Bulan * Bebebarapa tahun. Berapa jumalah uang yang telah diambil????

December 30, 2008

Selamat Tahun baru 1430 H

Cukup simpel sebenarnya untuk menjadi orang yang beruntuk. Yaitu dengan cara membuat hari ini lebih baik dari pada hari kemarin.Dan hari yang akan datang lebih baik dari hari ini. Mumpung masih dalan suasana tahun baru hijriyah.Selamat tahun baru hijriyah 1430 H.Semoga tahun ini lebih baik dari tahun kemarin.

November 24, 2008

Ketika Mahasiswa Elektro Ngumpul

Foto ini saya ambil waktu mahasiswa elektro mengadakan buka bareng. Bubar diadakan di lab Rangkaian Listrik. Lumayan banyak mahasiswa yang hadir

November 12, 2008

Pemilihan dekan FT UNRI

Beberapa hari yang lalu saya mengikuti sosialisasi pemilihan dekan FT UNRI. Kehadiran saya bukan karena ingin mencalonkan diri untuk menjadi dekan tapi dikarenakan ruang sosialisasi yang masih kosong padahal jam 10.00 pada jadwal yang ditetapkan oleh panitia sudah lama terlewati. Tidak ingin membuat panitia khusus pemilihan dekan kecewa, maka saya sempatkan diri untuk hadir. Menjelang jam 11.30 acara sosialisasipun dimulai. Tentunya dengan kehadiran orang yang sangat sedikit. Bayangkan waktu acara dimulai, dosen untuk “mewakili” 1 prodi pun belum terpenuhi.

Menurut saya, untuk mengerjakan sesuatu (menduduki jabatan dekan misalnya) setidaknya kita harus memiliki 2 hal. Pertama kemauan dan kedua Kemampuan.

Dari list nama yang direkap oleh pansus pemide ada beberapa nama yang layak dijadikan balon dekan berdasarkan syarat yang ditetapkan (a.l. Fungsional minimal lector kepala). Dari nama-nama balon tersebut muncul pertanyaan??? Apakah mereka mau dijadikan balon dekan. Kalau jawabannya tidak mau, maka hal kedua tidak perlu dipertanyakan lagi. Namun bila jawabannya mau, maka yang perlu ditanyakan adalah apakah dia/ia mampu untuk melaksanakan tugas tersebut.

Akhirnya, memiliki kemampuan tapi tidak ada kemauan artinya pengecut. Ada kemauan tetapi tidak ada kemampuan artinya nekad. Yang baik adalah memiliki kemauan (ambisius) dan mempunyai kemampuan (kapabel). Mudahan kita mendapatkan pemimpin yang mempunya setidaknya 2 hal tesebut.

November 6, 2008

Bahasa Ocu “paling Simpel”

Indonesia memang kaya akan bahasa, tiap daerah memiliki bahasa ibunya sendiri, ada bahasa batak, minang, melayu, jawa, sunda dan tentu banyak lagi. Konon bahasa melayu pun mempunyai dialek yang cukup beragam ada yang menyebutkan sampai 12 ragam. Di daerah Kabupaten Kampar bahasa yang digunakan sering disebut dengan bahasa ocu. Menurut saya bahasa orang Kampar adalah bahasa yang paling simpel. Simpel, hanya dengan menggunakan satu kata saja dan orang akan mengerti arti dari perkataan tersebut. Misalkan untung menanyakan ” Mau pergi kemana kamu?” (gak pakai kaidah SPOK yah). Bisa diucapkan dengan “Nak pai kamano waang du?”. Nak = mau, pai = pergi, kamano = kemana, waang =kamu laki-laki, du = kata mempertegak. Kalimat tersebut dapat diringkas lagi menjadi “Pai kamanong du” diringkas lagi “Manong du” ringkas lagi “nong”. “Nong” artinya menanyakan orang hendak kemana. Sangat ringkas. 5 kata diringkas jadi 1 kata. Sungguh kaya Indonesia yach.

November 1, 2008

Meniru pimpinan UNAND

Bebarapa hari kemarin saya ceting dengan salah seorang kawan yang kuliah di Australia. Ia menceritakan pengalamannya bertemu dengan salah satu pengajar UNAND yang menimba ilmu di universitas yang sama dengan dia. Dari bincang mereka terungkap bahwa UNAND padang mendapatkan beasiswa DIKTI terbanyak ke-2 (Setelah UNIBRAW malang). Yang menariknya adalah bahwa usaha dari pimpinan di UNAND agar beasiswa DIKTI ini dapat diraih semaksimal mungkin. Caranya yaitu dengan cara mengirimkan 150an orang pengajar UNAND untuk mengikuti kursus toefl/ielts di Jakarta. Kita semua tahu bahwa kendala pengajar Indonesia untuk studi lanjut ke luar negeri adalah sangat rendah rendahnya score toefl/ielts tersebut. Kendala ini yang dipecahkan oleh pimpinan di UNAND padang. Hasilnya sungguh luar biasa dari 150an orang yang mengikuti kursus tersebut hampir 100an orang memperoleh beasiswa DIKTI. Sungguh investasi yang menguntungkan. Biaya kursus yang rata-rata 5 juta perorang yang dikeluarkan oleh pihak UNAND terbalaskan dengan disekolahkannya pengajar UNAND sebanyak 100an orang.

Untuk tahun 2009 ini DIKTI mengeluarkan beasiswa luar negeri sebanyak kl untuk 1200 orang. Peluang bagi kita semua (para dosen) untuk berlomba agar memperoleh beasiswa tersebut. Dan tentunya syarat agar diterima yaitu, semua persyaratan harus dipenuhi, dan salah satu syarat yang menjadi momok yaitu, sertifikat toefl/ielts. Tantangan juga bagi perguruan tinggi kita (UNRI misalnya) dalam hal ini adalah pimpinan universitas dalam menyelesaikan permasalahan klasik (sertifikat toefl/ielts) ini. Mungkin dengan cara meniru kebijakan yang telah diujicobakan oleh pimpinan UNAND tersebut. Atau para dosen harus merogoh kocek/mengempiskan perut untuk biaya pelatihan toefl/ielts.