Suatu ketika kalifah Umar Bin Abdul Aziz berang ke gubernur malta. Saat sang gubernur menghadap kalifah, ia menyampaikan bahwa peperangan yang ia pimpin sukses dan mendapatkan kemenangan. Ia membawakan kalifah berbagai harta rampasan perang. Sesampainya sang gubernur dihadapan kalifah, lalu kalifah menanyakan apakah ada korban di pihak muslim. Gubernur mengatakan tidak ada, kecuali seorang biasa saja, itu yang dikatakan oleh gubernur mendengar hal tersebut sang kalifah langsung marah dan memecat sang gubernur dan berjanji tidak akan mengangkatnya jadi pejabat apapun dan bahkan keturunan sang gubernur tersebut semasa kalifah masih berkuasa.
Kemarahan itu layak adanya. Karena siapapun ia apakah dia orang terkenal atau bukan. Namun saat ia menyatakan turut berjihad dijalan oleh dan mati sahid maka iya bukanlah orang biasa yang seperti disangkakan oleh gubernur. Ia adalah orang yang sangat luar biasa. Dari sekian banyak bala angkatan peran muslim tidak ada yang gugur kecuali dia yang biasa itu. Artinya hanya ia yang sahid. Dapat diambil ibrah khususnya bagi saudara kita yang sekarang lagi berjuang untuk mendapatkan kuris aleg. Siapapun para voter tersebut mereka sebenarnya bukanlah orang biasa melainkan orang akan dapat mengubah “nasib” si caleg nantinya. Hanya karena beda 1 suara seseorang bisa duduk di dewan sana. Tidak peduli suara itu berasal dari siapa. Namun saat suara itu menjadi penentu maka ia akan menjadi luarbiasa. Ayo ikutan contreng saat 9/4/09 nanti yach (soalnya saya petugas KPPS euy).
4 Comments
April 2, 2009 at 1:53 pm
weits…nulis blog jg bapak satu ini…
pemili tinggal 7 hari lg, tp aq msh ragu mo ikutan ato golput heheh…abis ga ada caleg yg pendekatannya mengena di aku siy…heheh alias modal foto doank…caleg ma bintang iklan ga ada bedanya
April 2, 2009 at 3:35 pm
#deby
Iya lagi belajar…
Gak usah ragu dan ndak usah golput…
May 26, 2009 at 3:41 pm
Assalamualaikum…
Nampaknya udah banyak berubah teknik elektro pak, kalau dulu thn 2000, sangat memprihatinkan, kami jadi kelinci percobaan, kuliahnya amburadul, dosennya pada kuliah S2, mudah2an tidak ada lagi mahasiswa yang terzalimi seperti kami dulu, suskses selalu pak…
May 30, 2009 at 11:03 am
#mantan
Terimakasih…doakan agar elektro selalu lebih baik.