UAS Untuk matakuliah saya rangkaian listrik II dan Dasar Mesin listrik sudah terlaksana. Tinggal satu pekerjaan lagi yang harus saya tuntaskan.Pekerjaan ini sangat berat sebenarnya.Menilai hasil ujian, dan memberi nilai untuk kerjaan mahasiswa dari awal semester sampai UAS kemarin.Berat terasa,karena setelah dikoreksi banyak yang nilainya amburadul.Bahkan jawabannya hampir seragam.Mungkin waktu ujian mereka menyontek.Anehnya yang dicontek juga mengerjakan dengan tidak benar.Jadinya,nilai mahasiswa banyak yang memprihatinkan.Haruskah saya memberi nilai bagus padahal hasil mereka pas-pasan?atau sebaliknya saya harus meberikan nilai apa adanya?yang berakibat,tentu banyak yang tak lulus.Apa yang salah?apa mungkin saya tidak terlalu bisa menyampaikan materi bahkan tak menguasai materinya barangkali.Bisa jadi??? Akhirnya wahai mahasiswa/i giatlah..ingatlah yang kuliah atas biaya orang tua,bahwa orangtua mu ingin melihat dirimu berhasil.
June 19, 2008...11:43 am
Pekerjaan Berat
Jump to Comments
2 Comments
November 5, 2008 at 4:15 pm
pak iswadi yth,
mohon maaf sebelumnya pak iswadi klau kata2 saya ada yang salah dan tidak berkenan karna salah itu sifat mutlak dari manusia itu sendiri dan benar yang seutuhnya hanya milik yang diatas.
saya mahasiswa D3 teknik elektro unri, hanya ingin memberi sekedar comment dari title pekerjaan berat di blog bpk, selama diperkuliahan ini memang saat2 ujian rata2 temen bnyk yang menyontek,alasanya ada yg tdk giat itu bnr,tp kbnyakan adalah karna bkan tidak giat tp gk ngerti wlu sdh brusaha,karna kami merasa kuliah diteknik elektro,tapi yg diajarkan oleh rata2 dosen banyak rumus,analisa rumus,penurunan rumus,kami seperti kuliah di FMIPA,jujur pak selama saya kul disini,ilmu saya yang dapat saya aplikasi kn ke lapangan mungkin bnyk yng dari STM kmrn,ini dapat saya rasakan saat PKL kmrn,kami ini D3 bnyak dilapangan yg kami butuhkan ilmu yng benar2 nyata, aplikatif yang dpt kami praktekkan ke masyarakt nantinya,saya akui dosen2 elektro mpy kualitas dan kuantitas yg tk prlu di rgukan lg krn mpy background dari brbagai universitas2 ternama,wajar klo misalkan standar dr ITB dibawakn ke UNRI mahasiswanya bnyak yng stess krn gk sesuai dgn kualitas mereka,jalur penerimaan nya jg lokal bkan SPMB yng mana ujian lokal rata2 diterima semua dengan kata seleksi tp mngkn sbnrnya gak,
terima kasih sesudahnya jika bpk berkenan membaca sekedar keluh kesah dan kesulitan yg kami alami.
November 6, 2008 at 9:01 am
#Hajime Saito
Terimakasih atas sarannya. Sebenarnya kalau bisa dikaitkan banyak kok matakuliah yang diajarkan sesuai dengan praktik di lapangan. Misalkan pada mata kuliaah saya kendali mesin ABB. Cukup luas aplikasinya dilapangan. Pada praktik di labor kita mempelajari mengoperasikan mesin arus bolak balik, seperti pengasutan, pengeraman dan pengaturan kecepatan. Pengoperasian motor ABB banyak anda jumpai di berbagai perusahaan besar Chevron, Semen Padang, Pertamina, dll. Mahasiswa saya yang kuliah ini pun pernah saya ajak memasang kendali starting motor pompa yang ada di kolam Fakultas Pertanian UNRI. Demikian. Semoga TE lebih maju lagi.